Juni 12, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Study Tiru Infak Baznas Majalengka Sambangi Baznas Ciamis

ungkapsebab. Com. BERITA CIAMIS BAZNAS Kabupaten Ciamis menerima kunjungan silaturahmi dari BAZNAS Kabupaten Majalengka pada Selasa (22/04/2025).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka studi tiru untuk memperkuat sinergi dan memperluas wawasan dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, terutama di level desa.

Kolaborasi Antar Daerah untuk Penguatan Tata Kelola Zakat

Kegiatan tersebut menjadi sarana saling berbagi pengetahuan dan pengalaman antar lembaga zakat daerah.

Ketua BAZNAS Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, MBA, menyampaikan bahwa kunjungan sangat penting untuk memperkuat sistem pengelolaan zakat yang berbasis pada kebutuhan lokal masyarakat.

“Silaturahmi ini menjadi momen untuk saling belajar. Mereka tertarik dengan program Infaq Desa yang kami jalankan, karena program ini memang orisinal dari Ciamis dan terbukti efektif menyentuh langsung masyarakat desa,” ujarnya.

Infaq Desa Jadi Model Unggulan yang Replikatif

Program Infaq Desa menjadi sorotan utama dalam kunjungan ini. Menurut H. Lili, pendekatan zakat berbasis desa memungkinkan distribusi bantuan yang lebih cepat dan tepat sasaran.

Keunggulan sistem ini adalah fleksibilitas dalam kondisi darurat pengurus desa bisa menyalurkan bantuan kapan pun diperlukan tanpa prosedur panjang.

“Bantuan bisa langsung diberikan oleh relawan desa, bahkan di tengah malam jika diperlukan. Ini karena sistemnya sudah berjalan di level desa,” jelasnya.

Transformasi Digital Zakat untuk Transparansi dan Efisiensi

Kedua belah pihak juga membahas penerapan sistem digital dalam pengelolaan zakat, khususnya zakat fitrah.

Dikatakan H. Lili BAZNAS Ciamis telah mengembangkan sistem pelaporan digital berbasis desa yang memungkinkan pelacakan data secara real-time, bahkan saat malam takbiran.

“Pada malam takbiran, data zakat dari seluruh desa sudah bisa masuk dan dilaporkan secara real-time. Ini berkat sistem digital yang kami kembangkan,” ujarnya.

Peluang Magang dan Kerja Sama Jangka Panjang

Lebih dari sekadar kunjungan, H. Lili menerangkan pertemuan membuka peluang kolaborasi lanjutan, termasuk program magang dari BAZNAS Majalengka di Ciamis. Langkah tersebut dinilai efektif untuk memperdalam pemahaman dan mempercepat penerapan sistem serupa di daerah lain.

“Kedepannya akan ada perwakilan dari BAZNAS Majalengka yang akan magang disini mungkin sekitar satu atau dua minggu untuk belajar dan berbagi pengalaman,” ungkapnya

Model Zakat Komunitas Jadi Daya Tarik Nasional

Keberhasilan program Infaq Desa dan sistem zakat digital membuat BAZNAS Ciamis kerap menjadi tujuan studi tiru dari berbagai daerah, seperti Aceh, Riau, hingga Yogyakarta.

BACA JUGA : dprkplh salurkan bantuan rutilahu 2024 sebanyak 45 rumah

Menunjukkan bahwa model zakat berbasis komunitas mampu menjadi solusi nyata bagi pengelolaan dana umat yang lebih adil dan merata.

“Mungkin ini merupakan suatu keberhasilan model pengelolaan zakat yang inklusif dan berbasis komunitas yang telah kami bangun,” tutur H. Lili

Tak hanya menjadi tempat belajar, BAZNAS Ciamis juga terus menyerap praktik-praktik baik dari daerah lain. Salah satunya adalah sistem pengumpulan zakat ASN yang sudah diterapkan di Majalengka. Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi bukan hanya soal berbagi, tapi juga tentang kesediaan untuk terus belajar.

Zakat sebagai Pilar Keadilan Sosial

H. Lili menegaskan bahwa zakat adalah instrumen keadilan sosial yang harus dikelola secara modern, profesional, dan kolaboratif.

“Semangat kami adalah saling membesarkan. BAZNAS hadir untuk mewujudkan keadilan sosial melalui pilar kelima rukun Islam, yakni zakat. Inovasi dan kolaborasi adalah kunci untuk menghadirkan manfaat yang lebih besar,” pungkasnya. (Acip/ungkapsebab.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *