April 24, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Krisis Guru di Ciamis: Penghapusan PPPK jadi Tantangan Besar

ungkapsebab.web.id, BERITA CIAMIS. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis Jawa Barat Erwan Darmawan, mengatakan,kondisi dunia pendidikan tengah menghadapi tantangan besar. Berdasarkan data terbaru, Ciamis saat ini mengalami kekurangan lebih dari 2.000 guru.

“Fakta ini memperkuat urgensi keberadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk menjaga keberlangsungan layanan pendidikan dasar.”ungkapnya.

Namun Erwan mendukung penuh terhadap langkah Bupati Ciamis Herdiat Sunarya yang berkomitmen mempertahankan tenaga PPPK.
Hal ini didasari oleh realita di lapangan yang menunjukkan bahwa tidak ada satu pun sekolah di tingkat Sekolah Dasar (SD) yang mengalami kelebihan guru.

Menurut Erwan,​Dari total kebutuhan sebanyak 6.141 guru, saat ini jumlah tenaga yang tersedia (gabungan ASN dan PPPK) hanya berkisar di angka 4.000 orang. Mirisnya, jumlah ASN murni hanya mencapai 843 orang, sementara sisanya didominasi oleh tenaga PPPK.

​”Jika PPPK ini dihapuskan, lalu siapa yang akan mengajar? Di catatan kami, bahkan ada beberapa sekolah yang di dalamnya tidak ada guru ASN sama sekali, semuanya PPPK,” ujar Erwan saat ditemui dikantor Rabu (1/4/26).

​Ia menambahkan bahwa Guru, merupakan layanan dasar yang wajib menjadi prioritas utama pemerintah. Angka pensiun guru pun terus bergerak cepat, di mana setiap bulannya terdapat sekitar 50 guru yang memasuki masa purna bakti.

“Dalam satu semester, angka pensiun bisa mencapai 200 hingga 300 orang.” Paparnya.

Erwan juga menambahkan, Kualitas Pendidikan Jadi Taruhan, sehingga jikalau adanya ​kekurangan tenaga pendidik tersebut, bisa memaksa para kepala sekolah dan guru yang ada bekerja ekstra keras.

Saat ini, banyak kepala sekolah yang terpaksa turun langsung mengajar di kelas, sehingga fungsi manajerial mereka terganggu. Guru ASN lainnya pun sering kali harus memegang dua rombongan belajar (rombel) sekaligus.

​”Bisa dibayangkan bagaimana kualitas pembelajaran jika satu guru harus menangani dua kelas sekaligus. Ini semua dilakukan demi melayani masyarakat agar proses belajar tetap berjalan,” lanjut Erwan.

Dari data ​Hasil pemetaan,diakui Erwan menunjukkan bahwa di tingkat SMP, hampir semua mata pelajaran kekurangan guru. Hanya satu mata pelajaran, yakni Bahasa Inggris, yang dinilai mencukupi, namun guru tersebut sering kali diperbantukan mengajar mata pelajaran lain karena situasi darurat.

“Kendalanya, guru yang mengajar tidak sesuai linearitas sertifikasi akan terhambat dalam pencairan tunjangan profesinya.” Imbuhnya

Erwan juga berharap, pemerintah daerah ataupun pemerintah pusat melihat kondisi nyata di lapangan. Peran guru dalam membentuk karakter siswa tidak dapat digantikan secara daring (online), berbeda dengan tenaga administrasi yang bisa digantikan oleh teknologi.

​”Guru bukan sekadar mentransfer ilmu, tapi membentuk karakter generasi emas 2045. Interaksi langsung tetap tidak tergantikan,” tegasnya.

​Sebagai langkah antisipasi jangka pendek, pihaknya mempertimbangkan dua solusi pahit atau ​Merger (Penggabungan) Sekolah. Langkah ini akan dilakukan dengan pertimbangan matang mengenai jarak dan akses siswa.

BACA JUGA: Truk Pengangkut Gula Merah Tergelincir di Ciamis, Tidak Ada Korban Jiwa 

​Optimalisasi Tenaga, meminta keridhoan para guru untuk tetap bersedia mengajar di dua rombel yang berbeda demi menutupi kekosongan.

“​Kepada para tenaga pendidik, kami berpesan agar tetap fokus memberikan layanan terbaik bagi masyarakat dan berdoa agar perjuangan mempertahankan formasi guru ini membuahkan hasil terbaik bagi masa depan pendidikan di Ciamis.”pungkasnya. (Fepi Irwan/US)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *