Juni 12, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Agus Rohimat Tanam 1.000 Pohon untuk Mitigasi dan Ekonomi Desa Tambaksari

 

ungkapsebab.web.id, BERITA CIAMIS. Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Ciamis dari Partai Gerindra, Agus Rohimat, melaksanakan kegiatan penanaman 1.000 bibit pohon di Desa Kadupandak, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, pada Kamis, (01/01/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mitigasi bencana sekaligus memperkuat perekonomian desa.

Kegiatan penanaman pohon tersebut turut dihadiri Kepala Desa Kadupandak, Jana Sujana, beserta Kepala Dusun Kadupandak dan Kepala Dusun Sukamandi, serta Kepala Desa Karang Paningal.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri para Ketua PAC Sedapil 4 dari Kecamatan Rajadesa, Rancah, Sukadana, Cisaga dan Tambaksari, sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap pelestarian lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Agus Rohimat menjelaskan bahwa penanaman pohon ini menjadi langkah antisipatif terhadap potensi bencana alam, khususnya pergeseran tanah. Ia mengingatkan bahwa wilayah Kadupandak pernah mengalami pergeseran tanah pada 2014 dan kejadian paling parah terjadi pada 2015.

“Penanaman pohon ini merupakan bentuk mitigasi bencana. Kami berharap akar pohon dapat menahan pergerakan tanah sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan, terutama di wilayah rawan bencana,” ujar Agus

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penanaman 1.000 bibit pohon yang terdiri atas empat jenis yakni aren, kelapa, keluwih, dan kemiri. Agus menegaskan bahwa pemilihan jenis pohon tersebut dilakukan secara terencana karena berfungsi menjaga sumber mata air sekaligus memiliki nilai filosofis bagi kehidupan masyarakat.

“Jangan mewariskan air mata kepada anak cucu, tetapi wariskan mata air yang melimpah,” ungkapnya

Agus menambahkan, penanaman pohon difokuskan di kawasan tepi mega proyek bendungan multiguna (Bendungan Matenggeng) di perbatasan Ciamis, bukan di wilayah bawah. Langkah ini diambil untuk menghindari tumpang tindih dengan program strategis nasional.

“Lokasi yang kami gunakan diharapakan tepat sasaran sehingga penanaman dapat memberikan manfaat jangka panjang kedepan,” tuturnya.

Mega proyek Bendungan Matenggeng diharapkan segera dilaksanakan pemerintah untuk menahan erosi lahan persawahan masyarakat dan mencegah lumpur mengalir ke laut.

“Mudah-mudahan tahun ini proyek Bendungan Matenggeng bisa berjalan. Kami berharap Presiden segera melaksanakan mega proyek ini karena termasuk program strategis nasional,” ungkapnya.

Agus juga menjelaskan bahwa kegiatan penanaman pohon tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden RI, Prabowo Subianto, serta arahan Ketua DPD Gerindra Jawa Barat Bapak H. Amir Mahpud dan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Ciamis Pipin Arif Apilin.

Arahan tersebut menekankan penanaman empat jenis pohon sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat sekaligus upaya pencegahan penebangan liar, terutama di kawasan sumber mata air.

Lebih lanjut, Agus mendorong masyarakat untuk memahami perbedaan antara hutan lindung dan hutan produksi, serta berperan aktif dalam menjaga dan merawat lingkungan. Menurutnya, upaya ini penting untuk menjaga ketersediaan air saat musim kemarau dan menahan erosi serta aliran air berlebih saat musim hujan.
Selain aspek lingkungan,

Agus menegaskan bahwa penanaman pohon aren dan kelapa di Kecamatan Tambaksari tidak hanya bertujuan melestarikan lingkungan, tetapi juga memperkuat perekonomian masyarakat. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan UMKM penghasil gula aren dan gula kelapa asli tanpa bahan campuran, yang telah menjadi penopang ekonomi lokal.

BACA JUGA: Polres Ciamis Perkuat Pengamanan Lapas 

“Produk gula aren dan gula kelapa dari Tambaksari telah dikenal luas dan menjadi penopang ekonomi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin menjamin keberlanjutan bahan baku sekaligus mempertahankan keaslian produk,” ujar Agus.

Di daerah yang terkenal dengan gula aren legendarisnya itu, sejarah dan mitos menjadi salah satu alasan Agus menanam pohon-pohon tersebut.

Dari pohon-pohon inilah lahir gula dengan rasa khas yang telah melegenda dan dikenal masyarakat luas hingga ke luar daerah. Agus berharap kegiatan ini bisa menjadi warisan lingkungan dan ekonomi yang berkelanjutan, sehingga dapat dirasakan oleh generasi mendatang terutama bagi para pelaku UMKM lokal. (Sari Okta/US)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *