Kolaborasi Musik Lintas Iman Meriah di Pendopo Ciamis
ungkapsebab.web.id, BERITA CIAMIS. Grup Angklung Silih Asih Santo Yohanes Ciamis kembali menampilkan pementasan angklung, dalam rangkaian Upacara Nasional 2025 yang digelar di halaman Pendopo Kabupaten Ciamis, Senin (22/12/2025), sebagai simbol penguatan persatuan, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama.
Salah satu rangkaian acara yang menonjol adalah kolaborasi musik lintas iman antara Kelompok Angklung Silih Asih Santo Yohanes Ciamis, komunitas Katolik, dan komunitas Muslim, yang menampilkan harmoni seni sebagai simbol kerukunan masyarakat.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Ciamis, dr. Sumadi, menyatakan bahwa kolaborasi lintas iman tersebut telah terjalin konsisten selama lebih dari lima tahun.
“Seni dan musik menjadi sarana efektif untuk memperkuat persaudaraan dan toleransi tanpa menghilangkan identitas keagamaan masing-masing,” ungkapnya
Kabupaten Ciamis dikenal memiliki tingkat kerukunan yang tinggi. Berdasarkan Indeks Harmoni Kementerian Dalam Negeri, Ciamis masuk kategori terbaik dengan nilai indikator keberagaman sebesar 7,24 dan meraih Harmoni Award tingkat nasional kategori kabupaten, peringkat kedua nasional.
Capaian ini merupakan hasil kerja berkelanjutan melalui dialog lintas agama, kolaborasi seni budaya, dan kegiatan sosial sejak 2007 hingga 2025.
Pelatih sekaligus dirigen Grup Angklung Silih Asih, Rani Rahayu Wibowo, menjelaskan bahwa grup Angklung tersebut berdiri sejak 2019 dan hingga kini tetap aktif berlatih serta tampil di berbagai kegiatan lintas agama.
“Persiapan untuk penampilan hari ini hanya membutuhkan satu hari karena kami rutin berlatih,” ujarnya.
Dalam pementasan tersebut, grup angklung membawakan lagu nasional, lagu populer, serta lagu “Romo Ati” yang mendapat sambutan hangat dari para hadirin.
Rani mengaku bangga dapat kembali tampil di Pendopo Ciamis dan menilai kegiatan ini sebagai bukti nyata toleransi antarumat beragama.
“Ciamis menunjukkan bahwa perbedaan bukan penghalang untuk hidup rukun dan saling menghargai,” katanya.
Rani menambahkan, Harmoni Award menjadi bukti bahwa seluruh masyarakat, termasuk kelompok minoritas, dapat hidup aman dan berdampingan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.
BACA JUGA: Herry Dermawan: Stok Pupuk Aman, Kendala Utama pada Administrasi Data Petani
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Harmoni Award menjadi bukti bahwa masyarakat minoritas di Ciamis dapat hidup dengan aman dan penuh toleransi.
“Awalnya kami sempat merasa takut untuk berbaur, namun melalui berbagai kegiatan, kami kini bisa bergabung, bertoleransi, dan terus harmoni sesuai dengan tema yang diusung,” pungkasnya. (Sari Okta/US)
