Wamen Atif Tegaskan Peningkatan Mutu Pendidikan Prioritas
ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Wakil Menteri Pendidikan Prof. Dr. Atip Latipulhayat menegaskan bahwa peningkatan mutu dan kualitas pendidikan menjadi prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pesan itu ia sampaikan dalam Seminar Pendidikan yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Jumat (29/08/2025).
Prof. Atip menjelaskan, pemerintah saat ini telah menata ulang struktur kelembagaan pendidikan agar pengelolaannya lebih fokus. Ada tiga kementerian yang bertugas sesuai bidangnya, yakni Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi dan Teknologi, serta Kementerian Kebudayaan. “Dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa di 17 ribu pulau, kita butuh pembagian kerja yang lebih jelas agar pendidikan bisa lebih terarah,” ujarnya.
Atip juga menegaskan bahwa orientasi pendidikan ke depan bukan lagi soal angka partisipasi semata, melainkan kualitas.
“Prioritas kita sekarang bukan lagi kuantitas, melainkan kualitas. Pendidikan harus benar-benar bermutu agar anak bangsa mampu bersaing, bukan hanya pintar tapi juga cerdas,” kata Prof. Atip menekankan.
Wamen juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas guru sebagai garda terdepan pendidikan. Pemerintah, menurutnya, sudah menyiapkan beragam program beasiswa dan peningkatan kompetensi, khususnya bagi guru yang belum menempuh pendidikan minimal strata satu (S1).
“Guru adalah ujung tombak. Kalau gurunya berkualitas, muridnya pun akan terbentuk lebih baik,” ucapnya.
Tantangan pendidikan di daerah terpencil juga menjadi perhatian. Ia menyebut keterbatasan akses, kondisi geografis, dan minimnya infrastruktur masih menjadi kendala besar. Oleh karena itu, kerja sama erat antara pemerintah pusat, daerah, serta lembaga swasta dan masyarakat mutlak diperlukan untuk menjamin pemerataan mutu pendidikan.
“Sejak awal kemerdekaan, tujuan kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Itu berarti bukan hanya menghasilkan orang pintar, tetapi pribadi yang cerdas, bijak, dan berkarakter. Inilah orientasi utama kebijakan pendidikan nasional,” tegasnya.
BACA JUGA: Nanang Heryanto Berikan Peringatan Keras Dominasi Gawai
Dalam kesempatan itu, Prof. Atip mengapresiasi kiprah sekolah swasta, khususnya penyelenggaraan PAUD, yang disebutnya mencapai 96 persen dari total pendidikan usia dini di Indonesia. Menurutnya, peran swasta dalam pendidikan harus dipandang sebagai mitra strategis.
Lanjut Atip mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran pendidikan terbesar sepanjang sejarah, yakni Rp758 triliun pada tahun 2026. Anggaran ini diharapkan mampu mendorong pemerataan kualitas pendidikan dari Sabang hingga Merauke.
“Mutu pendidikan adalah kunci. Tanpa kualitas, kita bahkan tidak bisa masuk arena persaingan global. Karena itu, prioritas pemerintah jelas: mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua anak bangsa,” pungkas pungkasnya. (Sari, ungkapsebab.com)
