Nanang Heryanto Berikan Peringatan Keras Dominasi Gawai
ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Kegiatan pembinaan Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK Gugus 2 Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Kepala SDN 3 Baregbeg sekaligus penggerak pendidikan, Nanang Heryanto, memberikan peringatan keras terkait ancaman dominasi gawai dalam kehidupan anak-anak.
Mengenai perihal tersebut Nanang menyebutkan, gawai yang semula dimaksudkan sebagai alat bantu, kini justru berpotensi menggantikan peran kasih sayang dari orang tua dan guru.
“Jika kita tidak waspada, anak-anak kita akan menjadi ‘yatim piatu digital’. Mereka bukan kehilangan ayah dan ibu secara fisik, tetapi kehilangan kasih sayang karena perhatian sepenuhnya digantikan oleh gawai,” ujarnya di hadapan puluhan guru peserta pembinaan.
Nanang menyoroti bahwa banyak anak kini tumbuh tanpa perhatian emosional yang cukup dari lingkungan sekitarnya. Ia menegaskan, guru tidak boleh kehilangan jati diri sebagai pendidik sejati.
“Anak-anak bukan robot yang bisa diprogram. Mereka hanya bisa dibentuk oleh kasih sayang, keteladanan, dan sentuhan nurani,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nanang mengingatkan agar arus digitalisasi tidak menjauhkan pendidikan dari nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, teknologi hanyalah alat, bukan pengganti peran guru dan orang tua. Ia juga mengkritik kecenderungan guru yang terlalu fokus pada peningkatan kompetensi pribadi namun mengabaikan hak anak untuk belajar secara utuh.
“Kompetensi guru penting, tapi jangan sampai demi sertifikat atau pelatihan, anak-anak justru ditinggalkan. Hak mereka untuk belajar harus tetap menjadi prioritas,” jelasnya.
Nanang mengajak Gugus 2 Lakbok menjadi pelopor perubahan pendidikan yang lebih humanis dan berkarakter. Ia mendorong lahirnya generasi Panca Waluya—yakni anak-anak yang cageur (sehat), bageur (berakhlak), bener (benar), pinter (cerdas), dan singer (mandiri dan tanggap).
BACA JUGA: Pemkab Ciamis Raih Penghargaan BAZNAZ Awards 2025
Pesan ini disambut antusias para guru, yang menilai pernyataan tersebut relevan dengan tantangan pendidikan saat ini. Riset Kominfo menyebut anak Indonesia rata-rata menghabiskan lebih dari lima jam sehari dengan gawai, memicu kekhawatiran terhadap karakter dan kesehatan mental mereka.
“Jika kita ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi emas, jangan biarkan mereka diasuh oleh gawai. Mereka harus dibesarkan oleh cinta, dituntun guru, dan disayangi orang tua,” pungkas Nanang. (Kusmana, ungkapsebab.com)
