Juni 12, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Dispar Ciamis Terus Memacu Percepatan PAD Sektor Pariwisata

ungkapsebab com. BERITA CIAMIS,– Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Pariwisata terus memacu percepatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Fokusnya adalah pengembangan destinasi yang berakar pada potensi budaya, sejarah, religi, serta pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran.

Kepala Dinas Pariwisata Ciamis, melalui Kepala Bidang Destinasi, Dian Kusdiana, S.IP, MM, menjelaskan bahwa transformasi digital menjadi ujung tombak dalam strategi pemasaran destinasi wisata.

“Kami sedang mengoptimalkan pemasaran digital agar destinasi wisata di Ciamis dikenal luas, viral di media sosial, dan tentunya berdampak pada peningkatan PAD,” ujar Dian saat ditemui di kantornya. Rabu (14/05/2025)

Destinasi Unggulan Jadi Prioritas Pengembangan

Menurut Dian, terdapat sejumlah destinasi yang menjadi fokus pengembangan saat ini, yakni Panjalu, Astana Gede Kawali, Karangkamulyan, dan Tirtawinaya. Keempatnya dinilai memiliki kekuatan sejarah dan budaya yang sangat kuat, sekaligus menjadi ikon pariwisata daerah.

“Namun, tidak semua destinasi dapat dikelola sepenuhnya oleh pemerintah daerah karena melibatkan instansi vertikal. Contohnya, kawasan Panjalu yang merupakan cagar budaya dan wilayah konservasi, sehingga harus berkoordinasi dengan BKSDA, BBWS, dan kementerian terkait lainnya,” ujarnya

Peran Pelaku Lokal dan Desa Wisata Terus Didorong

Lebih lanjuta Dian menyampaikan Dinas Pariwisata juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan masyarakat dan pelaku usaha lokal. Desa-desa wisata didorong untuk terus berinovasi melalui dukungan regulasi dan program pembinaan.

“Kami ingin menciptakan desa wisata yang kreatif dan adaptif. Pelaku lokal harus menjadi motor penggerak utama karena mereka yang paling dekat dengan objek wisata,” jelasnya.

Promosi, Investasi, dan Kemitraan Swasta

Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan menarik investor, Dispar Ciamis menggencarkan promosi pariwisata, baik secara daring maupun melalui event lokal dan regional. Selain itu, kerja sama lintas daerah dan swasta tengah dijajaki untuk memperkuat jaringan pariwisata.

“Kami juga tengah merancang insentif khusus agar investor lebih tertarik menanamkan modalnya di sektor pariwisata Ciamis,” tambah Dian.

Digitalisasi Retribusi dan Sistem Transparansi

Dikatakan Dian sebagai bagian dari reformasi tata kelola, Dispar bekerja sama dengan Bank BJB memasang sistem digital e-ticketing di sejumlah objek wisata. Langkah ini diambil untuk menekan potensi kebocoran dan memastikan transparansi.

“Kami menerapkan SOP ketat. Setiap pemasukan wajib disetor dalam waktu 24 jam, dan pengawasan dilakukan secara berkala, termasuk pemeriksaan fisik terhadap tiket dan logistik lainnya,” terangnya.

Tantangan dan Target 2025

Di tengah tren positif dalam dua tahun terakhir, Dispar Ciamis tetap menghadapi tantangan besar seperti keterbatasan tata ruang, infrastruktur pendukung, serta sinergi antar-pemangku kepentingan dalam model pentahelix.

BACA JUGA : upaya-meningkatkan-akses-air-bersih-pupr-bangun-16-spam/

Untuk itu, Dian menegaskan pentingnya ekosistem wisata yang mendukung, seperti jalur tracking, spot foto, camping ground, hingga fasilitas yang membuat wisatawan nyaman dan ingin kembali.

“Kami menargetkan lonjakan signifikan PAD pada tahun 2025. Strateginya adalah dengan pengembangan wisata digital, ekowisata, dan pelibatan aktif masyarakat,” ungkapnya.

Komitmen pada Wisata Berkelanjutan

Dian menegaskan bahwa seluruh pengembangan pariwisata di Ciamis diarahkan untuk berkelanjutan, terstruktur, dan berbasis aturan.

“Pariwisata tidak boleh dibangun secara sporadis. Karena wisata budaya, sejarah, dan religi memerlukan penanganan yang tertib dan menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan,” pungkasnya. (Acip/ungkapsebab.com)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *