Bupati Ciamis Pastikan Respons Cepat Longsor Panawangan
ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Kabupaten Ciamis diguncang bencana longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Panawangan. Hujan deras yang mengguyur sejak siang hari memicu pergeseran tanah yang merusak puluhan rumah dan membuat ratusan warga terpaksa mengungsi.
Kejadian ini memerlukan respons cepat dari pemerintah dan seluruh pihak terkait untuk memastikan keselamatan masyarakat yang terdampak.
Bupati Ciamis Langsung Turun Tangan
Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmennya terhadap warganya, Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya segera terjun ke lokasi bencana pada Senin, dini hari, (07/04/2025). Herdiat menegaskan bahwa dalam situasi darurat seperti ini, kecepatan respons sangat penting.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dapat memberikan bantuan secepatnya kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Herdiat saat meninjau Dusun Cimanem 2, salah satu lokasi terdampak longsor di Desa Mekarbuana.
Koordinasi Intensif antara Pihak Terkait
Dalam upaya penanganan bencana, Herdiat juga mengarahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ciamis, aparat kecamatan, dan desa untuk memperkuat koordinasi. Pendataan korban dan kerusakan rumah harus dilakukan dengan cepat dan tepat.
Hal ini penting untuk mempercepat penyaluran bantuan yang dibutuhkan oleh pengungsi. Herdiat juga mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan warga yang berada di zona rawan longsor.
Menurut data sementara yang dirilis oleh BPBD Kabupaten Ciamis, longsor ini berdampak pada dua desa, yaitu Desa Mekarbuana dan Desa Sadapaingan. Di Desa Mekarbuana, longsor terjadi di Dusun Cimanem 2, yang menghancurkan rumah-rumah di RT 004, RW 005 dan RT 003, RW 005, yang dihuni oleh 43 kepala keluarga (139 jiwa). Sementara itu, di Desa Sadapaingan, longsor terjadi di Dusun Cipeundeuy, RT 001, RW 001, yang dihuni oleh 13 kepala keluarga (34 jiwa).
Evakuasi dan Bantuan Untuk Warga Terdampak
BPBD Ciamis, bersama aparat desa, TNI-Polri, dan relawan, langsung melakukan evakuasi warga ke tempat aman. Sebanyak 70 kepala keluarga (238 jiwa) telah mengungsi ke tempat yang telah disediakan pemerintah setempat.
Meskipun tidak ada korban jiwa, kerusakan rumah dan fasilitas umum sedang dalam tahap pendataan oleh tim kaji cepat. Warga juga bahu-membahu membantu proses evakuasi dan pembersihan material longsor.
Seorang warga Dusun Cimanem menceritakan bahwa saat mendengar suara gemuruh, mereka langsung berlari keluar rumah. “Kami langsung lari ke luar rumah. Suaranya keras sekali, seperti pohon tumbang bertubi-tubi. Alhamdulillah tidak ada yang luka, tapi rumah banyak yang retak,” katanya.
Selain evakuasi, pemerintah daerah juga segera menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi. BPBD Ciamis telah mengirimkan paket sembako, selimut, matras, dan air mineral, serta membuka dapur umum untuk memberikan makanan bagi para pengungsi.
BACA JUGA: Arus Balik di Ciamis Tembus 62.883 Kendaraan
Potensi Longsor Susulan dan Waspada Musim Human
Melihat kondisi geografis wilayah Panawangan yang berbukit dan rawan longsor, pihak pemerintah mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi longsor susulan. Sebab, meskipun evakuasi telah dilakukan, tanah masih labil dan curah hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari mendatang.
Oleh karena itu, pemerintah Ciamis mengingatkan warganya untuk segera melapor jika menemukan retakan tanah atau tanda-tanda lain yang dapat memicu bencana lebih lanjut.
Herdiat juga menyarankan agar camat dan kepala desa selalu siaga dan memperbarui informasi secara berkala. Menurutnya, keselamatan warga menjadi prioritas utama. “Kami selalu mengingatkan agar warga waspada dan siap melapor jika terjadi potensi bahaya,” tegasnya. (Rini/ungkapsebab.com)
