Aksi Pria ODGJ Lempar Golok Gegerkan Pasar Banjar
ungkapsebab.com, BERITA BANJAR. Suasana Pasar Banjar mendadak heboh setelah seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) mengamuk dengan melemparkan golok ke arah warga pada Minggu, (06/04/2025). Peristiwa yang cukup mengejutkan ini membuat para pedagang dan pengunjung pasar panik dan khawatir, meskipun tidak ada korban luka.
Kejadian tersebut menjadi sorotan publik, terutama terkait dengan penanganan kasus ODGJ di wilayah tersebut.
Aksi Mengamuk yang Membuat Warga Panik
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pria yang diketahui berinisial A, tampak gelisah sebelum akhirnya mengeluarkan golok dan melemparkannya secara acak ke arah orang-orang di sekitar pasar. Sontak, warga yang sedang beraktivitas di pasar merasa ketakutan.
Mereka segera melapor ke pihak kepolisian untuk meminta bantuan. Meskipun tidak ada yang terluka, aksi tersebut cukup membuat warga dan pedagang pasar merasa cemas.
Kasat Reskrim Polres Banjar, Iptu Heru Samsul Bahri, mengonfirmasi bahwa petugas langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga. Pihak kepolisian menurunkan personel untuk mengamankan situasi dan menangkap pria berinisial A tersebut.
“Kami menerima laporan terkait seorang pria yang melemparkan golok ke arah pengunjung pasar. Petugas segera turun ke lokasi dan mengamankan pelaku,” ungkap Iptu Heru.
Setelah berhasil diamankan, A langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Banjar untuk mendapatkan penanganan medis. “Kami tidak ingin mengambil risiko. Pelaku perlu perawatan medis yang lebih lanjut untuk mencegah kejadian serupa di masa depan,” tambahnya.
Tanggapan Relawan dan Komunitas ODGJ
A bukanlah orang yang asing bagi sebagian warga Banjar dan relawan yang mendampingi ODGJ. Seorang relawan yang aktif mendampingi ODGJ, Yeni Astuti, menyatakan bahwa A pernah terlibat dalam insiden serupa pada tahun 2022.
Ia mengungkapkan keprihatinannya karena belum ada penanganan yang berkelanjutan terhadap A. “Ini bukan pertama kali A membuat kegaduhan. Kami dari komunitas relawan sudah pernah menangani dia, namun tidak ada tindak lanjut dari pihak berwenang. Akibatnya, kejadian seperti ini terulang lagi,” ujar Yeni.
Menurutnya, penanganan terhadap ODGJ harus lebih serius dan tidak hanya mengandalkan pihak kepolisian atau relawan. Ia menilai perlu adanya kerjasama antara pemerintah daerah, lembaga rehabilitasi, dan yayasan yang kompeten untuk memberikan perawatan yang tepat.
Pentingnya Penanganan yang Serius Terhadap ODGJ
Yeni menambahkan bahwa pihaknya berencana membawa A ke Yayasan Mentari Hati di Tasikmalaya, sebuah lembaga yang sudah berpengalaman dalam menangani pasien ODGJ dengan pendekatan yang lebih terstruktur.
“Kami berharap ada penanganan yang lebih baik dan berkelanjutan. Jangan sampai ODGJ seperti A terus dibiarkan tanpa pemantauan,” tegasnya.
Ia juga menyarankan agar pemerintah daerah menyediakan fasilitas rehabilitasi yang memadai, sehingga ODGJ dapat mendapatkan perawatan yang lebih baik. Menurutnya, membiarkan ODGJ tanpa pengawasan atau penanganan yang tepat hanya akan meningkatkan risiko terhadap masyarakat.
“Pemerintah harus lebih proaktif dalam menangani kasus ODGJ. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” tambah Yeni.
BACA JUGA: Bupati Ciamis Pastikan Respons Cepat Longsor Panawangan
Respons Warga dan Kepolisian yang Cepat
Warga yang berada di lokasi kejadian merasa lega atas respons cepat dari pihak kepolisian. Salah satu pedagang pasar mengungkapkan rasa syukurnya karena kejadian tersebut tidak berakhir dengan korban. “Untung cepat ditangani. Kalau terlambat sedikit saja, bisa-bisa ada yang celaka,” ujarnya.
Respons cepat dari kepolisian patut diapresiasi. Keberhasilan mereka dalam mengamankan situasi menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan aparat dalam menjaga ketertiban masyarakat.
Namun, kejadian ini juga membuka mata kita tentang pentingnya penanganan serius terhadap ODGJ agar insiden serupa tidak terjadi lagi di masa depan. (Johan/ungkapsebab.com)
