Bazar Murah Ciamis Diserbu, Warga Berdesakan
ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Ratusan warga memadati halaman UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis pada Kamis, (13/03/2025). Mereka datang sejak pagi untuk membeli bahan pokok dengan harga lebih murah di bazar yang digelar oleh Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis.
Sejak pukul 08.00 WIB, antrean panjang terlihat hingga ke depan pintu masuk. Warga rela berdesakan demi mendapatkan bahan kebutuhan pokok yang lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran. Beberapa bahkan kecewa karena stok cepat habis.
Antusiasme Warga terhadap Bazar Sembako Murah
Seorang warga, Ani (45), merasa sangat terbantu dengan bazar ini. Ia mengatakan bahwa harga beras di pasaran sudah di atas Rp15 ribu per kilogram, sementara di bazar ini bisa didapat dengan harga lebih murah. “Selisihnya lumayan untuk kebutuhan lain,” ujarnya.
Namun, di balik antusiasme warga, ada tantangan yang harus diatasi. Salah satunya adalah keterbatasan stok. Banyak warga yang datang terlambat mengeluhkan bahwa mereka tidak kebagian beberapa bahan pokok yang mereka butuhkan.
Seorang buruh harian, Yanto (50), berharap pemerintah bisa mengevaluasi program ini agar stok barang lebih mencukupi. “Jangan sampai ada yang datang jauh-jauh tapi pulang dengan tangan kosong,” ujarnya.
Selain itu, bazar murah masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan, sementara harga bahan pokok di desa-desa juga tinggi.
Seperti yang dikatakan Yanto, “Pendapatan kami tidak menentu, jadi kalau ada bazar murah begini di Ciamis, kami bisa sedikit bernapas lega.” Harapan masyarakat sudah jelas: program ini harus terus ada dan semakin baik ke depannya.
Seorang ibu rumah tangga, Siti (38), berharap bazar ini bisa diperluas ke daerah-daerah terpencil. “Jangan hanya di kota, di desa-desa juga harga bahan pokok mahal. Kalau bisa, bazar ini digelar lebih sering dan di lebih banyak tempat,” katanya.
Upaya Pemerintah Menjaga Stabilitas Harga Pangan
Gerakan Pangan Murah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, Bambang Setiawan, menjelaskan bahwa program ini bertujuan agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Kami memahami bahwa harga pangan di pasaran cenderung naik, terutama menjelang Ramadan. Oleh karena itu, bazar ini diadakan sebagai solusi,” katanya.
Bambang menegaskan bahwa pemerintah bekerja sama dengan Bulog dan distributor bahan pangan untuk menjaga harga tetap stabil. “Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab semua pihak,” katanya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), harga beras, gula, dan minyak goreng mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir. Situasi ini membuat daya beli masyarakat semakin tertekan.
BACA JUGA: Satgas KTR Temukan Toko yang Tidak Terapkan Aturan, Saat Sidak
Program ini memang mendapat respons positif, tetapi efektivitasnya masih perlu diperbaiki. Pemerintah harus memastikan bahwa bazar murah tidak hanya menjadi program seremonial, tetapi benar-benar solusi jangka panjang dalam menghadapi kenaikan harga pangan.
Langkah konkret seperti meningkatkan jumlah stok, memperluas jangkauan ke daerah terpencil, serta mengadakan bazar lebih sering harus menjadi prioritas. Selain itu, transparansi dalam distribusi bahan pokok juga penting agar tidak terjadi praktik penimbunan atau penyalahgunaan.
Gerakan Pangan Murah adalah bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, petani, dan distributor sangat penting dalam menciptakan ketahanan pangan yang kuat. (Eddy/ungkapsebab.com)
