Program MBG Diluncurkan, Gizi Anak Jadi Prioritas
ungkapsebab.com, BERITA BANJAR. Kota Banjar menjadi salah satu daerah pertama yang melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program ini bertujuan untuk meningkatkan gizi anak sekolah dan mencetak generasi unggul dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Program MBG pertama pada Senin, (17/2/2025), dengan Penjabat (Pj) Wali Kota Banjar, H. Soni Harison, yang langsung meninjau pelaksanaannya di beberapa sekolah. Salah satu sekolah yang menjadi titik awal implementasi adalah SMPN 3 Banjar.
Soni menyampaikan bahwa peluncuran program ini melibatkan 17 sekolah dengan kuota penerima manfaat sebanyak 3.488 siswa.
“Hari ini adalah peresmian program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kami mengunjungi tiga titik, meskipun secara keseluruhan ada sekitar 17 sekolah yang melaksanakan program ini,” ujar Soni.
Pemerintah memastikan makanan yang diterima siswa sesuai dengan standar gizi yang ditetapkan dan dijamin kebersihannya. Tim dari Badan Pangan Nasional (BPN) dan Dinas Kesehatan turut serta dalam pengawasan program tersebut.
“Kami memastikan semua sesuai dengan SOP kesehatan. Kandungan gizi dan kalorinya terjamin karena program ini dipimpin langsung oleh Badan Pangan Nasional,” tegas Soni.
Untuk memastikan kualitas, tim peninjau memeriksa dapur, tempat penyimpanan bahan makanan, hingga proses pencucian peralatan makan. Mereka menegaskan bahwa kebersihan adalah faktor utama dalam pelaksanaan program ini.
Pada hari pertama menu MBG terdiri dari nasi, sayuran, jagung, kacang buncis, daging ayam, tahu, dan buah jeruk. Menu tersebut akan terus berganti agar anak-anak tidak merasa bosan.
“Setiap hari akan ada menu berbeda agar anak-anak tidak bosan,” tambahnya.
Salah satu siswa kelas 9 SMPN 3 Banjar, Desik Ransyah, mengungkapkan bahwa program ini sangat membantu anak-anak Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Semoga dengan adanya MBG, anak-anak Indonesia semakin cerdas dan unggul menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Namun, di balik antusiasme tersebut, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian. Keberlanjutan program ini menjadi salah satu aspek yang perlu pengawasan secara ketat.
Pemerintah harus menjamin bahwa program ini berjalan dengan konsisten dan tidak hanya menjadi proyek jangka pendek. Selain itu, pengawasan distribusi makanan harus secara transparan agar kualitas makanan tetap terjaga dan tepat sasaran.
BACA JUGA: Puluhan Domba Tewas, Warga Pangandaran Resah
“Peluncuran MBG di Kota Banjar diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan kualitas generasi muda. Dengan gizi yang baik, anak-anak diharapkan tumbuh sehat, cerdas, dan siap membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih gemilang,” pungkasnya.
Namun, tanpa pengawasan ketat dan komitmen jangka panjang, program ini bisa kehilangan efektivitasnya. Oleh karena itu, evaluasi berkala dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilannya. (Johan/ungkapsebab.com)
