Festival Kirab Janur Banjar, Budaya yang Terjaga
ungkapsebab.com, BERITA BANJAR. Kota Banjar kembali menggelar Festival Kirab Janur sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi ke-22 di sepanjang jalan Letjend Suwarto Kota Banjar. Selasa (25/02/2025)
Festival Janur Menampilkan Kreativitas 25 desa
Festival ini menjadi ajang bagi 25 desa/kelurahan di Kota Banjar serta lima tamu undangan dari Kabupaten Ciamis untuk menampilkan kreativitas dan kekompakan dalam bentuk arak-arakan budaya.
Selain menghias janur dengan berbagai bentuk, atraksi seni tari dan sajian kuliner khas daerah juga turut memeriahkan festival tersebut.
Leong Saba Purba Beti Menjadi Perhatian
Tahun ini, perhatian masyarakat tertuju pada Leong Saba Purba Peti, sebuah replika ular raksasa dari Desa Sukamukti. Sebagian warga masih memiliki keyakinan cerita mistis pada sosok tersebut selain bentuknya yang unik dan mencolok.
Menurut kepercayaan masyarakat Dusun Muktiasih masih meyakini Leong Saba Purba Peti adalah makhluk gaib yang bertugas menjaga Batu Peti, sebuah batu tempat menyimpan pusaka berupa golok.
Nama Leong berarti ular besar, Saba berarti selalu berpindah-pindah, dan Purba Peti merujuk pada batu berbentuk peti yang hingga kini masih ada.
Seorang perangkat desa menjelaskan bahwa Leong Saba Purba Peti tidak tinggal di satu tempat, tetapi terus berpindah untuk mengawasi Batu Peti.
“Konon, ular ini akan menampakkan diri jika ada orang yang berniat jahat atau ketika akan terjadi bencana di dusun ini,” ujarnya.
Kepercayaan Yang Masih Melekat di Warga
Kepercayaan ini masih kuat di kalangan warga setempat. Mereka konsisten menjaga dan membersihkan batu Peti sebagai bentuk penghormatan terhadap peninggalan leluhur.
BACA JUGA : Resmi 43 jamaah umroh KORPRI diberangkatkan
Festival Kirab Janur bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga upaya melestarikan budaya dan tradisi lokal. Setiap desa menampilkan kreasi terbaik mereka, menunjukkan identitas dan bukti menjaga warisan hingga kini.
Masyarakat Menganggap Pemerintah Kurang Mendukung Festival
Namun, meskipun festival ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat, ada kritik terhadap kurangnya dukungan pemerintah dalam pelestarian budaya.
“Kita harus lebih giat mempromosikan acara seperti ini agar menarik wisatawan dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga,” kata seorang pengunjung.
Desa Binangun Meraih Juara Pertama
Dalam ajang tahun ini, juara pertama diraih oleh Jurig Sarengseng dari Desa Binangun. Posisi kedua ditempati oleh Leong Saba Purba Peti dari Desa Sukamukti, sementara juara ketiga diraih oleh Manuk Janur dari Desa Cibeureum.
Festival Kirab Janur menunjukkan bahwa budaya lokal masih memiliki tempat di hati masyarakat. Namun, pelestariannya tidak bisa hanya mengandalkan inisiatif warga. Dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar tradisi ini tetap hidup dan semakin berkembang.(Johan/ungkapsebab.com)
