Desa Tanjungjaya Jadi Teladan Rekrutmen Bersih
ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Proses seleksi penerimaan calon perangkat desa di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, resmi berakhir dengan hasil yang jelas dan transparan. Berdasarkan Berita Acara Hasil Seleksi Calon Perangkat Desa Nomor 141.3/Timsel.11/Ds.Tj/2025, yang ditandatangani pada Kamis, (30/10/2025).
Tim seleksi menetapkan Nova Fauzan sebagai peserta dengan nilai tertinggi. Ia diusulkan untuk diangkat sebagai Kepala Dusun Tenjolaya setelah menempati posisi pertama dengan total nilai 83,33, unggul jauh dari peserta lainnya.
Seleksi ini mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 11 Tahun 2017 tentang Perangkat Desa serta Peraturan Bupati Ciamis Nomor 74 Tahun 2023 yang mengatur pelaksanaan pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa. Dua regulasi tersebut menjadi dasar hukum pelaksanaan seleksi agar berjalan sesuai koridor dan bebas dari intervensi.
Ketua Tim Seleksi, Achmad Suryana, menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan secara terbuka, objektif, dan akuntabel. Pihaknya telah melaksanakan prosedur seleksi mulai dari tes tertulis, kemampuan komputer, pidato, hingga wawancara.
“Kami melaksanakan seluruh tahapan seleksi berdasarkan aturan yang berlaku. Semua peserta dinilai objektif sesuai kemampuan mereka,” kata Achmad.
Achmad menambahkan, seleksi ini merupakan upaya serius untuk mencari sosok yang benar-benar kompeten dan memiliki dedikasi tinggi terhadap pelayanan masyarakat. Ia menilai bahwa setiap nilai yang muncul dalam rekapitulasi telah melalui proses penilaian dan verifikasi ketat dari seluruh anggota tim.
“Kami ingin memastikan hasil ini benar-benar mencerminkan kemampuan peserta, bukan hasil kompromi atau titipan,” tegas Achmad.
Dalam rekapitulasi akhir, Indri Sri Mulyani menempati posisi kedua dengan total nilai 56,66, terpaut cukup jauh dari peringkat pertama. Tim seleksi menegaskan bahwa hasil akhir bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
“Kami berharap semua pihak bisa menerima hasil ini, karena prosesnya dilakukan secara terbuka dan penuh tanggung jawab,” tambah Achmad.
Proses seleksi yang berlangsung di Tanjungjaya ini menjadi contoh bagaimana tata kelola pemerintahan desa dapat berjalan dengan baik bila dijalankan dengan prinsip transparansi dan profesionalisme. Achmad bahkan menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota tim seleksi yang telah bekerja keras menjaga integritas proses.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa rekrutmen perangkat desa bisa dilakukan secara bersih dan sesuai prinsip keterbukaan,” jelas Achmad.
Sementara itu, Nova Fauzan, peserta dengan nilai tertinggi, menyampaikan rasa syukurnya setelah dinyatakan lulus sebagai calon Kepala Dusun Tenjolaya.
“Saya bersyukur atas kepercayaan ini. Ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Nova.
BACA JUGA: Oknum Masyarakat Mengaku Wartawan Meresahkan Aparat Desa
Nova juga berkomitmen untuk menjadi pelayan masyarakat yang sigap, transparan, dan inovatif dalam menjalankan tugasnya.
Proses seleksi terbuka seperti ini patut diapresiasi. Di tengah masih maraknya praktik nepotisme di tingkat desa, langkah Desa Tanjungjaya bisa menjadi teladan bagi desa lain di Kabupaten Ciamis.
Transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme harus terus dijaga agar kepercayaan publik terhadap pemerintahan desa semakin meningkat. (Redaksi)
