April 24, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Oknum Masyarakat Mengaku Wartawan Meresahkan Aparat Desa

 

ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Sejumlah aparat desa dan warga di Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengaku resah dengan maraknya kedatangan oknum masyarakat yang mengaku sebagai wartawan.

Oknum masyarakat tersebut datang ke desa-desa dengan dalih melakukan peliputan, namun justru mencari-cari kesalahan dalam proyek pembangunan yang tengah berjalan.

Salah satu contoh, di Desa Mangkubumi, Kepala Urusan Kesejahteraan (Kesra) Kamil Jamaludin mengatakan bahwa pihaknya sering didatangi oleh oknum Masyarakat yang mengaku wartawan. Mereka biasanya meninjau proyek desa, seperti pekerjaan pengecoran jalan yang sedang dilaksanakan oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK).

“Oknum tersebut datang seperti tim auditor, memeriksa bahan material, menanyakan spesifikasi teknis, dan sebagainya. Hal ini mengganggu, karena kami dan warga jadi harus meladeni hal-hal yang tidak relevan,” ujar Kamil, Kamis (30/10/2025).

Kamil menegaskan, wartawan sejatinya memiliki tugas untuk mencari, menulis, dan menyampaikan informasi kepada publik melalui media yang resmi. Namun, tindakan oknum masyarakat yang mengatasnamakan wartawan ini justru di luar kewenangan profesi jurnalistik.

“Setiap proyek sudah memiliki Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang disusun oleh pendamping teknik desa. Mereka ahli di bidangnya, jadi semuanya sudah sesuai aturan. Tapi oknum-oknum ini tetap mencari kesalahan yang tidak ada hubungannya dengan tugas mereka,” jelasnya.

Menurut Kamil, aksi para oknum masyarakat yang mengatasnamakan wartawan tersebut tidak hanya mengganggu kinerja perangkat desa, tetapi juga diduga bertujuan untuk meminta uang dengan dalih tertentu.

“Ada indikasi mereka mencari celah untuk memberi tekanan dan meminta sejumlah uang. Ini tentu meresahkan dan menghambat kelancaran pembangunan desa,” tambahnya.

Hal senada disampaikan oleh Jamaludin, Ketua Karang Taruna Desa Mangkubumi. Ia mengaku pernah menerima pesan dari seseorang yang juga mengaku sebagai wartawan, meminta uang tanpa alasan yang jelas.

“Tiba-tiba minta transfer uang, padahal tidak ada urusan apa pun. Perilaku seperti ini jelas merusak citra wartawan yang sesungguhnya,” ungkapnya kesal.

Sementara itu, Sekretaris Desa Mekarjadi, Ihin Solihin, juga mengaku kerap menerima kunjungan serupa. Ia menegaskan bahwa tidak semua orang yang mengaku wartawan benar-benar bekerja di media.

“Kalau datangnya untuk mencari kesalahan, saya rasa itu bukan wartawan. Itu oknum masyarakat yang hanya mengatasnamakan wartawan,” tegas Ihin.

Menanggapi fenomena tersebut, Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ciamis, Jujang, menyatakan bahwa pihaknya sering menerima laporan dari berbagai desa terkait adanya tindakan oknum masyarakat yang mengaku wartawan.

Menurut Jujang, tindakan seperti itu jelas melanggar Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

BACA JUGA: Polres Ciamis Tangkap Lansia Spesialis Pencurian di Sekolah 

“Sesuai pasal 1 KEJ, wartawan Indonesia harus bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk,” ujarnya.

Ia menambahkan, wartawan juga wajib menempuh cara-cara yang profesional dan menghormati hak narasumber sebagaimana diatur dalam pasal 2 KEJ.

“Wartawan harus bekerja dengan etika, tidak mencari-cari kesalahan, apalagi mencampuradukkan fakta dengan opini yang menghakimi,” tegas Jujang.

PWI Ciamis mengimbau masyarakat dan pemerintah desa untuk berhati-hati terhadap pihak yang mengaku wartawan namun tidak jelas identitas maupun medianya. Bila perlu, masyarakat dapat mengonfirmasi ke organisasi wartawan resmi seperti PWI untuk memastikan legalitas sebenarnya. (Pimred)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *