Juni 12, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Pojok Musik Lapas Ciamis Ubah Stigma Lama

ungkapsebab.web.id, BERITA CIAMIS.  Kegiatan “Pojok Musik” yang digelar di Lapas Kelas IIB Ciamis menghadirkan wajah lain dari sistem pemasyarakatan di Indonesia. Di tengah stigma bahwa lapas identik dengan hukuman dan keterbatasan, program ini justru menunjukkan bahwa ruang pembinaan dapat diisi dengan aktivitas kreatif yang membangun.

Pendekatan ini tidak hanya menarik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan rehabilitasi warga binaan secara menyeluruh. Dalam kegiatan tersebut, warga binaan tampil membawakan lagu ciptaan sendiri berjudul “Lapas Ciamis untuk Indonesia.”

Penampilan ini menjadi bukti bahwa kreativitas tetap dapat tumbuh meskipun berada dalam lingkungan terbatas. Karya tersebut tidak sekadar hiburan, melainkan representasi dari proses refleksi, harapan, dan keinginan untuk berubah.

Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan para musisi yang hadir. Ia menegaskan bahwa program seperti ini merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian.

“Kegiatan ini menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus berkarya dan memperbaiki diri,” ujar Supriyanto, pada Kamis, (30/04/26).

Kehadiran Pepeng Setia Band dan gitaris Indra Firzi memberi warna tersendiri dalam acara tersebut. Mereka tidak hanya tampil, tetapi juga memberikan bantuan berupa empat unit gitar akustik. Pepeng mengaku terkejut melihat kondisi lapas yang menurutnya tertib dan kondusif.

“Warga binaan terlihat baik-baik dan suasananya sangat positif,” kata Pepeng.

Pernyataan ini penting karena menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap lapas tidak selalu sesuai dengan realitas di lapangan.

Pepeng juga menyampaikan pesan moral kepada warga binaan. Ia menegaskan, “Lupakan masa lalu, jadikan itu pelajaran. Fokuslah pada masa depan yang lebih baik.”

Sementara itu, Indra Firzi menilai bahwa musik dapat menjadi sarana rehabilitasi yang efektif jika dikelola dengan baik. Ia mengapresiasi semangat warga binaan yang tetap antusias dalam berkarya.

Meski demikian, pendekatan humanis seperti ini tetap harus berjalan seimbang dengan penegakan aturan. Lapas bukanlah ruang bebas tanpa batas, melainkan tempat pembinaan yang memiliki tujuan jelas.

Mengembalikan individu ke masyarakat dengan kondisi yang lebih baik. Oleh karena itu, program kreatif harus diintegrasikan dengan sistem pembinaan yang terukur dan berkelanjutan.

BACA JUGA: Sempat Disorot, Bendera Merah Putih Kink Berkibar Gagah di Kantor UPTD P5A Banjaranyar

Komitmen Pepeng dan Indra untuk kembali tampil pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis serta membawakan karya warga binaan patut diapresiasi. Langkah ini memberi ruang pengakuan sosial yang penting bagi mereka. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana momentum ini dimanfaatkan untuk membangun program jangka panjang, bukan hanya kegiatan sesaat.

Pada akhirnya, “Pojok Musik” menjadi contoh bahwa pembinaan di dalam lapas bisa dilakukan secara lebih manusiawi tanpa kehilangan ketegasan. Pembinaan yang berhasil bukan hanya yang terlihat baik di permukaan, melainkan yang mampu menghasilkan perubahan nyata dalam kehidupan warga binaan setelah mereka kembali ke masyarakat. (Dine/US).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *