Seekor Ular Sanca Kembang, Membuat Panik Warga
ungkapsebab.web.id, BERITA CIAMIS. Suasana malam di Dusun Cikawung RT 30 RW 08, Desa Cintaratu, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, mendadak tegang, Jumat (11/04/2026). Warga dikejutkan oleh kemunculan seekor ular sanca kembang berukuran besar yang ditemukan di sekitar kandang ayam milik warga.
Ular dengan nama ilmiah Python reticulatus tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar empat meter. Keberadaannya pertama kali diketahui warga sekitar pukul 22.00 WIB saat hendak memangsa ayam peliharaan.
Sontak, kejadian ini memicu kepanikan warga sekitar yang khawatir akan potensi bahaya dari reptil tersebut.
Dengan sigap, warga setempat bergotong royong melakukan upaya penangkapan. Meski sempat menimbulkan ketegangan karena ukuran ular yang tidak biasa, proses penangkapan akhirnya berhasil dilakukan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka.
Setelah berhasil diamankan, warga memutuskan untuk tidak mengambil risiko lebih lanjut. Mereka segera menghubungi petugas pemadam kebakaran Pos Banjarsari guna penanganan lebih profesional. Laporan tersebut langsung direspons cepat oleh petugas dengan mengirimkan satu unit mobil pemadam beserta dua personel ke lokasi kejadian.
Petugas Pos Damkar Banjarsari, Uju Suparman, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya menerima informasi setelah ular berhasil diamankan oleh warga setempat.
“Benar, kami menerima ular sanca berukuran besar dari warga Desa Cintaratu, Kecamatan Lakbok,” ujar Uju, Sabtu (12/4/2026) pagi.
Sekitar pukul 23.16 WIB, petugas tiba di lokasi dan langsung melakukan proses evakuasi terhadap ular tersebut. Proses berlangsung lancar dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan petugas dan warga sekitar.
Ular kemudian diamankan untuk mencegah kemungkinan terlepas kembali ke lingkungan permukiman. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi ancaman yang dapat membahayakan masyarakat.
BACA JUGA: Muscab PKB Ciamis Rumuskan Arah Strategis dan Dorong Regenerasi Kepemimpinan
“Ular tersebut langsung kami amankan setelah diserahkan warga. Penanganan ini dilakukan agar tidak membahayakan lingkungan sekitar,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap keberadaan satwa liar, terutama di wilayah yang berdekatan dengan habitat alami hewan tersebut. (Uus S/US)
