Juni 12, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

TPT Jembatan Singa Miring Terancam Ambruk

ungkapsebab.web.id, BERITA CIAMIS.  Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga, memicu kerusakan serius pada Tembok Penahan Tanah (TPT) di sekitar Sungai Cihonje pada Jumat, (03/04/26). Struktur yang menjadi bagian dari sayap Jembatan Singa Miring itu kini berada dalam kondisi kritis dan berpotensi ambruk.

Kepala Desa Bangunharja, Carikin, menyampaikan kekhawatirannya atas kondisi tersebut. Ia mengatakan bahwa kerusakan tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan sudah merata di kedua sisi sayap jembatan.

“Kondisi hari ini di sebelah kiri dan kanan sudah terlihat akan terus ambruk, baik itu tembok maupun bronjong,” ujar Carikin.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa situasi di lapangan tidak bisa lagi dianggap sebagai kerusakan ringan, melainkan sudah masuk kategori darurat. Secara teknis, kerusakan TPT ini diduga akibat kombinasi tekanan air yang meningkat dan struktur tanah yang tidak lagi stabil.

“Hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa jam menyebabkan debit air sungai meningkat tajam. Akibatnya, tekanan lateral pada dinding penahan tanah ikut bertambah,” jelas Carikin.

Dalam kondisi seperti ini, jika konstruksi tidak dirancang dengan sistem drainase yang baik dan material yang memadai, kegagalan struktur menjadi sulit dihindari.

Carikin juga menegaskan bahwa jika tidak segera ditangani, kerusakan ini dapat berdampak lebih luas. Ia menyebutkan bahwa jembatan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat setempat. Aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas harian warga sangat bergantung pada keberadaan jembatan itu.

“Kalau dibiarkan, kerusakan akan semakin parah dan bisa berdampak ke badan jembatan,” kata Carikin.

BACA JUGA: Tanah Amblas di Kalijaya Akses Utama Warga Terabcam Lumpuh

Pernyataan tersebut seharusnya menjadi peringatan serius bagi pihak terkait, khususnya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), untuk segera mengambil langkah konkret.

Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, warga di sekitar lokasi diminta untuk tetap waspada, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi yang berpotensi memperparah kondisi tebing dan struktur penahan tanah.

Carikin menekankan bahwa masyarakat menginginkan konstruksi yang lebih kokoh dan tahan lama. Ia berharap perbaikan tidak hanya bersifat sementara, melainkan benar-benar mampu menahan tekanan air dan pergerakan tanah. (Dine/US)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *