April 24, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Prasmanan MBG di Ponpes Al Hasan Hadirkan Suasana Berbeda

ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS.  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Al Hasan, Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menghadirkan suasana berbeda pada Selasa (31/3/2026). Ratusan siswa menikmati hidangan dengan konsep prasmanan yang digagas oleh Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Asnal Mutholib Cangkring.

Kegiatan ini melibatkan sebanyak 338 siswa dari jenjang MTs hingga SMA sebagai penerima manfaat. Berbeda dari pola distribusi sebelumnya, makanan tidak lagi dibagikan langsung, melainkan siswa mengambil sendiri menu yang telah disediakan.

Kepala SPPG Asnal Mutholib Cangkring, Fauzi Rahmansyah, menjelaskan bahwa konsep prasmanan ini merupakan bagian dari inovasi pelayanan MBG. Ia mengatakan, pendekatan tersebut tidak hanya bertujuan mengubah teknis penyajian, tetapi juga menghadirkan pengalaman baru bagi siswa.

“Konsep prasmanan ini bukan hanya soal cara penyajian yang berbeda. Kami ingin siswa merasakan suasana kebersamaan dan pengalaman yang lebih menyenangkan tanpa mengurangi nilai gizi dari makanan yang diberikan,” ujar Fauzi.

Menurutnya, ide tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara SPPG dengan pihak sekolah setelah perayaan Idul Fitri. Ia menilai, interaksi yang terbangun dalam suasana santai seperti ini dapat memperkuat sinergi antar pihak.

Fauzi mengakui bahwa konsep ini baru pertama kali diterapkan oleh pihaknya. Meski demikian, ia membuka peluang untuk mengembangkan model serupa di sekolah lain, selama tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

“Kami akan melihat situasi dan kondisi di lapangan. Jika memungkinkan dan tidak mengganggu KBM, konsep ini bisa diterapkan di tempat lain,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, SPPG menyiapkan berbagai menu makanan, di antaranya ayam kecap, sayur sop, nasi, tahu, kerupuk, sambal, serta aneka lalapan. Proses memasak dilakukan pada siang hari untuk menjaga kualitas makanan tetap segar saat disajikan kepada siswa.

Dari sisi penerima manfaat, respons siswa terlihat cukup positif. Mereka tampak antusias saat mengantre dan memilih makanan sesuai selera. Situasi tersebut menciptakan suasana yang lebih interaktif dibandingkan metode distribusi sebelumnya.

Perwakilan pihak sekolah, Ardi, menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi tersebut. Ia menilai konsep prasmanan mampu menghadirkan suasana baru yang lebih hangat di lingkungan sekolah.

“Suasana kebersamaan antara siswa, guru, dan pihak SPPG terasa lebih dekat. Ini menjadi gebrakan yang patut diapresiasi,” ujar Ardi.

Ardi juga mengungkapkan bahwa pihak sekolah sempat melakukan pemantauan terhadap perilaku siswa selama kegiatan berlangsung. Dari hasil pengamatan, siswa terlihat senang dan menikmati menu yang disediakan.

“Anak-anak terlihat antusias. Mereka menikmati makanan yang disajikan, dan menu yang diberikan juga bervariasi,” katanya.

Ardi menambahkan, selama ini kualitas makanan dari SPPG dinilai konsisten baik dan belum ditemukan kendala berarti dalam pelaksanaannya.

“Sejauh ini belum ada masalah. Makanan yang diberikan selalu dalam kondisi baik,” ujarnya.

Meski mendapat respons positif, penerapan konsep prasmanan ini tetap memerlukan evaluasi menyeluruh. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara lain efisiensi waktu distribusi, potensi antrean panjang, serta dampaknya terhadap jadwal kegiatan belajar siswa.

BACA JUGA: Pisah Sambut ADM Perhutani Ciamis  Jadi Refleksi Kinerja

Selain itu, pengawasan terhadap porsi makanan juga menjadi penting agar tidak terjadi ketimpangan dalam pengambilan oleh siswa. Tanpa pengaturan yang baik, konsep prasmanan berpotensi menimbulkan pemborosan atau ketidakseimbangan asupan gizi.

Di sisi lain, pendekatan ini dinilai memiliki nilai edukatif, terutama dalam melatih kemandirian dan kedisiplinan siswa saat mengambil makanan. Jika dikelola dengan tepat, konsep ini bisa menjadi alternatif distribusi MBG yang tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga pembentukan karakter.

Dengan berbagai kelebihan dan tantangan tersebut, inovasi prasmanan dalam program MBG di Ponpes Al Hasan menjadi langkah awal yang menarik. Namun, keberlanjutannya tetap bergantung pada evaluasi yang objektif dan kesiapan sistem dalam mendukung pelaksanaan di lapangan. (Dena A Kurnia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *