Pemkab Ciamis Gotong Royong Normalisasi Irigasi Dadaran dengan Aksi Nyata
ungkapsebab.web.id, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis memperingati Hari Lahan Basah Sedunia dengan menggelar kegiatan gotong royong normalisasi Daerah Irigasi Dadaran di wilayah Dawuan Ciancang, tepatnya di Dusun Bojongnangoh, Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Senin (16/02/2026). Sebagai upaya menjaga ketahanan air dan produktivitas pertanian.
Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia di Ciamis tak hanya diisi aksi bersih sungai, tetapi juga penguatan nilai sosial dan budaya. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB di Dawuan Ciancang itu diawali tahlil bersama, dilanjutkan normalisasi irigasi dan penanaman pohon, serta ditutup pertunjukan pencak silat buhun.
Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi, M.T., yang membuka kegiatan secara resmi, menegaskan bahwa pengelolaan irigasi dan pelestarian lahan basah merupakan bagian penting dari pembangunan berkelanjutan daerah.
“Normalisasi irigasi dan penanaman pohon merupakan langkah strategis untuk menjaga ketahanan air, mengurangi risiko bencana, serta mempertahankan produktivitas pertanian masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan kolaboratif ini melibatkan Organisasi Permata Lingga, Persatuan Pesantren Ortodok, Forum Mahasiswa Galuh Tabayun, Kampung Kawung, Masyarakat Kawung Indonesia (MKI), Brimob Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar, serta dukungan dari DPRKPLH Kabupaten Ciamis, BPBD Kabupaten Ciamis, Polres Ciamis, Kodim 0613 Ciamis, BBWS Citanduy, gabungan kelompok tani, dan tokoh masyarakat.
Dalam kegiatan ini, Masyarakat Desa Utama menerima bantuan bibit aren, durian, petai dan pala, dari Kampung Kawung bersama MKI sebagai bagian dari program rehabilitasi lahan, serta dorongan yang di harapkan membuat fungsi konservasi sekaligus meningkatkan pendapatan warga.
Komitmen menjaga kelestarian lingkungan juga harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal itu disampaikan Ketua MKI Ciamis, Peri Heryanto, S.Ip., yang menilai pengelolaan sumber daya lokal secara bijak dapat menjadi solusi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi tanpa mengorbankan keberlanjutan alam.
“Konsep agroforestri yang kami dorong merupakan bagian dari solusi ekonomi hijau. Dengan menjaga lahan basah dan kawasan resapan air, masyarakat tidak hanya melestarikan lingkungan, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber penghidupan,” katanya.
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, H. Johan Jouhar Anwari, S.Sos., M.Si., menambahkan bahwa semangat gotong royong menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan kehidupan sosial.
BACA JUGA: Tarhib Ramadan 1447 H Muhammadiyah Banjarsari Bangkitkan Semangat Ibadah
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan harus menjadi gerakan bersama lintas sektor. Jika ekosistem sungai dan lahan basah terjaga, dampak positifnya akan langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan kolaboratif ini, seluruh pihak berharap kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga daerah aliran sungai, lahan basah, dan kawasan resapan air semakin tumbuh dan mengakar. Upaya bersama tersebut diharapkan tidak hanya berdampak pada terjaganya keseimbangan ekosistem dan ketahanan air, tetapi juga memperkuat sektor pertanian serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Kabupaten Ciamis secara berkelanjutan. (Sari/US)
