Juni 12, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Munggahan Lapas Ciamis, Momentum Pembinaan dan Refleksi

ungkapsebab.web.id, BERITA CIAMIS. Keluarga besar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis menggelar kegiatan munggahan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Sabtu, (07/02/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lapas Ciamis serta dihadiri jajaran pegawai dan warga binaan dalam suasana sederhana namun penuh makna. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi tradisi menyambut Ramadan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang pembinaan dan refleksi.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Kelas IIB Ciamis,
James, dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebagai fondasi utama dalam menjalani aktivitas, termasuk ibadah puasa yang akan segera dijalankan.

James menjelaskan bahwa kesehatan merupakan aset berharga yang kerap diabaikan. Menurutnya, ketika seseorang sakit, dampaknya tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga mengganggu aktivitas harian.

“Kesehatan itu mahal dan sangat penting. Kalau kalian sakit, yang merasakan dan repot itu diri sendiri,” ujarnya.

James menegaskan bahwa meskipun petugas memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan, kesadaran menjaga diri tetap menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing warga binaan.

“Kami bertugas memberikan pelayanan, tetapi menjaga kesehatan adalah kewajiban pribadi,” katanya lugas.

Lanjut James mengingatkan bahwa gangguan kesehatan sering kali berawal dari pola hidup yang tidak teratur. Oleh karena itu, ia mendorong penerapan kebiasaan sederhana namun konsisten, seperti menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengatur waktu istirahat, serta berolahraga secara rutin.

“Mandi teratur, tidur teratur, makan teratur, dan olahraga teratur. Kalau tidak teratur, pasti ada gangguan kesehatan,” tegasnya.

Selain aspek kesehatan, James memaparkan bahwa pembinaan keterampilan menjadi prioritas dalam proses pemasyarakatan di Lapas Ciamis. Ia menyampaikan bahwa berbagai pelatihan telah dijalankan, mulai dari pembuatan anyaman koran, tas, hingga alat pancing. Program tersebut dirancang untuk membekali warga binaan dengan kemampuan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah bebas.

Masih kata James, bahwa keterampilan tersebut diharapkan dapat mencegah kebingungan dan ketergantungan ketika kembali ke masyarakat.

“Supaya nanti ketika bebas tidak bengong dan tidak bingung. Minimal punya keahlian untuk bekal hidup,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan rencana pengembangan pelatihan barista atau meracik minuman berbahan dasar kopi. Menurutnya, peluang usaha di bidang tersebut cukup menjanjikan dan dapat menjadi alternatif sumber penghasilan.

“Ke depan kita akan adakan pelatihan barista. Harapannya setelah bebas, kalian bisa mandiri karena sudah dibekali dari dalam lapas,” katanya.

Namun demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan pembinaan sangat ditentukan oleh kemauan dan kesungguhan warga binaan sendiri. Ia mengingatkan bahwa mengikuti program pembinaan secara aktif menjadi syarat mutlak dalam proses pengajuan integrasi.

“Ikuti program-program yang ada di lapas. Itu syarat mutlak untuk integrasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, James juga berpesan agar warga binaan menjaga kebersihan, keamanan, kekompakan, serta menjunjung tinggi rasa kekeluargaan. Ia menilai lingkungan yang tertib dan harmonis akan mempercepat proses pembinaan berjalan optimal.

“Jaga kebersihan, keamanan, dan kekompakan. Kita harus saling mendukung,” ucapnya.

Acara munggahan turut diisi dengan sesi tanya jawab antara warga binaan dan petugas. Dialog berlangsung terbuka dan menjadi wadah penyampaian aspirasi serta pengalaman selama mengikuti program pembinaan.

Salah seorang warga binaan menyampaikan bahwa dirinya memperoleh banyak pengalaman dan keterampilan selama menjalani masa pidana di Lapas Kelas IIB Ciamis. Ia menilai pembinaan yang diberikan cukup membantu sebagai bekal setelah bebas.

BACA JUGA: Pengurus Kwarran Sukamantri Resmi Dilantik Siap Perkuat Generasi Muda

“Di sini saya mendapat banyak pengalaman dan keterampilan untuk bekal setelah keluar nanti,” katanya.

Melalui kegiatan munggahan ini, Lapas Kelas IIB Ciamis menegaskan komitmennya bahwa pemasyarakatan bukan sekadar menjalani hukuman, melainkan proses pembinaan menuju perubahan yang lebih baik. Ramadan pun diharapkan menjadi momentum memperkuat disiplin, memperbaiki diri, dan menata masa depan secara lebih mandiri dan bertanggung jawab. (Sari Okta/US)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *