Juni 12, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Reses di Panawangan, H. Sarkum Dorong Sektor Pertanian Jadi Penopang MBG

 

ungkapsebab.web.id, BERITA CIAMIS. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ciamis dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), H. Sarkum, menekankan pentingnya penguatan sektor pertanian sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya dalam agenda Reses Tahun Sidang 2026 Periode Pertama yang digelar di Desa Karangpaninggal, Kecamatan Panawangan, Rabu (11/02/2026).

Dalam pertemuan tersebut, H. Sarkum menyoroti peran strategis petani lokal, tidak hanya sebagai produsen pangan, tetapi juga sebagai penyedia utama bahan baku untuk menyukseskan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi fokus pemerintah.

H. Sarkum menilai, program MBG merupakan peluang besar bagi petani di tingkat desa untuk menjadi pelaku komoditi yang berkelanjutan. Dengan adanya permintaan bahan baku pangan yang stabil, ekonomi pedesaan diharapkan dapat tumbuh lebih cepat.

“Perlu dilakukan upaya terpadu untuk mendorong pertanian berbasis teknologi modern dan prinsip keberlanjutan. Ini mencakup akses bibit unggul hingga penguatan sistem pemasaran.
Tujuannya agar petani kita siap menjadi pemasok utama kebutuhan bahan baku program Makanan Bergizi Gratis,” ujar H. Sarkum.

Melalui serap aspirasi ini, H. Sarkum mengidentifikasi sejumlah tantangan di lapangan, mulai dari perlunya pelatihan teknologi hingga kebutuhan infrastruktur dasar. Ia berkomitmen untuk membawa aspirasi tersebut ke meja legislatif.

Beberapa poin utama yang akan diperjuangkan meliputi, mendorong pelatihan pertanian modern bagi generasi muda dan petani lokal, percepatan perbaikan sarana irigasi dan akses jalan desa untuk mempermudah distribusi hasil panen.

Mengusulkan kebijakan yang menghubungkan langsung petani desa dengan penyalur program MBG guna memangkas mata rantai distribusi yang merugikan.

BACA JUGA: Bupati Herdiat Tekankan Kesiapsiagaan Bencana dan Penanganan Sampah 

Selain membahas sektor pertanian, momentum reses ini juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi efektivitas program pembangunan yang telah berjalan di Kecamatan Panawangan.

H. Sarkum menegaskan bahwa sinkronisasi antara pembangunan fisik (infrastruktur) dan pembangunan ekonomi (pertanian) harus berjalan beriringan agar dampak kesejahteraannya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat bawah. (Ujang Aef/US)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *