April 24, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Mahasiswa Unigal Ciamis Bawa Misi Konservasi Berbasis Teknologi ke Desa

 

ungkapsebab.web.id, BERITA CIAMIS. Perpaduan antara pemikiran edukatif dan inovasi teknis menjadi senjata utama mahasiswa Universitas Galuh (Unigal), dalam KKN Konservasi dan Budaya tahun ini yang berdampak nyata bagi masyarakat lokal.

Sebanyak 493 mahasiswa dari FKIP dan Fakultas Teknik resmi dikirim ke Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, untuk menjalankan program pengabdian berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG).

Dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Galuh, upacara pelepasan mahasiswa KKN Konservasi dan Budaya yang digelar Selasa (03/02/2026) berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat.

Para peserta tak sekadar membawa nama almamater, tetapi juga mengemban misi besar membangun fondasi pembangunan berkelanjutan berbasis konservasi dan budaya di 18 desa yang tersebar di Kecamatan Wanareja dan Kedungreja, melalui pendekatan edukatif serta inovasi teknis yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Kepala Seksi Pengabdian dan KKN LPPM Unigal, Dendy Syaiful Akbar, menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai jembatan ilmu pengetahuan bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa keguruan dan teknik diharapkan melahirkan edukasi yang kuat sekaligus infrastruktur teknologi yang sederhana namun bermanfaat.

“Para mahasiswa KKN kali ini diharapkan membawa solusi teknologi bagi setiap permasalahan yang ditemui di desa. Kami telah mempersiapkan agenda ini sejak November 2025 agar eksekusi di lapangan benar-benar matang,” katanya.

Lebih lanjut, Dendy menjelaskan bahwa model KKN kali ini cukup spesial karena melibatkan kolaborasi lintas provinsi. Sambutan hangat pun telah menanti di lokasi tujuan, di mana Bupati Cilacap dijadwalkan menerima langsung delegasi mahasiswa sebelum mereka terjun ke titik pengabdian masing-masing.

BACA JUGA: Bupati Ciamis Hadiri Rakornas, Tegaskan Komitmen Dukung Program Nasional 

Selama enam minggu ke depan, hingga 10 Maret 2026, fokus utama para mahasiswa adalah program konservasi alam dan pelestarian budaya lokal. Namun, yang membedakannya dengan tahun-tahun sebelumnya adalah integrasi teknologi tepat guna dalam setiap program kerja mereka.

“Melalui KKN ini, kami ingin mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata yang berkelanjutan. Ini bukan hanya soal nilai akademik, tapi soal bagaimana mereka mengasah etika profesionalisme dan kemampuan menyelesaikan masalah secara lintas disiplin ilmu di tengah masyarakat,” tutupnya. (Fepi Irwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *