April 24, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Kepala SDN 3 Baregbeg Ciptakan Aplikasi Pendampingan Mental Anak

 

ungkapsebab.web.id, BERITA CIAMIS. Minimnya layanan kesehatan mental bagi anak usia sekolah dasar di wilayah pedesaan mendapat perhatian serius dari kalangan pendidik. Kondisi tersebut mendorong Kepala SDN 3 Baregbeg, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Nanang Heryanto, untuk mengembangkan aplikasi berbasis Android bernama Hypnoeducare 2.0 yang ditujukan bagi guru dan orang tua siswa sekolah dasar.

Nanang Heryanto menyampaikan bahwa akses pendampingan kesehatan mental anak di Kabupaten Ciamis saat ini masih sangat terbatas.

Keterbatasan tersebut mencakup kurangnya tenaga pendamping profesional serta minimnya sarana pendukung, sehingga dibutuhkan alternatif solusi yang mudah diakses oleh masyarakat pendidikan.

Sebagai praktisi hipnoterapi dan Neuro Linguistic Programming (NLP), Nanang merancang Hypnoeducare 2.0 sebagai sarana edukatif yang membantu guru dan orang tua memahami kondisi emosional, perilaku, serta kebutuhan psikologis anak sesuai dengan tahap perkembangan usia sekolah dasar.

“Melalui aplikasi ini, pengguna dapat memperoleh materi edukasi, panduan komunikasi yang tepat, serta metode pembentukan karakter anak,” ujar Nanang.

Nanang menambahkan, masih banyak pendidik dan orang tua yang belum memiliki pedoman praktis dalam mendampingi kesehatan mental anak, sementara itu layanan profesional di daerah belum tersedia secara merata. Hypnoeducare 2.0 dihadirkan sebagai langkah awal untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Nanang menegaskan bahwa aplikasi Hypnoeducare 2.0 tidak diperuntukkan bagi anak untuk digunakan secara langsung, melainkan sebagai panduan bagi orang dewasa agar pendampingan dilakukan secara aman, bertanggung jawab, dan mengedepankan kepentingan terbaik anak.

Melalui inovasi ini, Nanang berharap sekolah dan orang tua siswa memiliki alat bantu yang efektif dalam mendukung kesehatan mental sekaligus pembentukan karakter peserta didik.

BACA JUGA: PSGC Ciamis Selangkah Lagi Menuju Liga 2 Dukungan Tatar Galuh Menggema 

“Saya menginginkan aplikasi ini dapat dikembangkan dan diterapkan di wilayah lain yang menghadapi keterbatasan layanan kesehatan mental anak,” ungkapnya.

Kolaborasi antara pendidik, orang tua, dan pemangku kebijakan menjadi kunci agar penguatan kesehatan mental anak tidak sekadar wacana, melainkan terintegrasi secara berkelanjutan dalam sistem pendidikan dasar di Indonesia. (Sari/US)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *