DPRD Ciamis Monitoring Program MBG di Kawali
ungkapsebab.web.id, BERITA CIAMIS. Komisi D DPRD Kabupaten Ciamis melaksanakan monitoring terpadu terhadap lima unit Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang beroperasi di Kecamatan Kawali, pada Selasa, (13/01/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD untuk memastikan program pemenuhan gizi masyarakat berjalan sesuai tujuan, standar, dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Monitoring dipimpin langsung oleh Ketua Komisi D DPRD Ciamis, H. Zaenal Arifin, didampingi Anggota Komisi D, H. Nceng Ahmad Arifin. Rombongan mengunjungi lima dapur MBG secara berurutan, yakni Dapur Shanum 1 dan Shanum 2 di Desa Winduraja, Dapur SMK Muhammadiyah di Desa Kawalimukti, Dapur Alfa di Desa Kawali, serta Dapur Asoka di Desa Karangpawitan.
Selain unsur DPRD, kegiatan ini juga melibatkan Tim Kesehatan Puskesmas Kawali yang dipimpin Dr. Aang, perwakilan Koramil 1307 Kawali, serta unsur Sekretariat Kecamatan Kawali. Keterlibatan lintas sektor ini dinilai penting untuk memperoleh gambaran menyeluruh terkait pelaksanaan program di lapangan.
Ketua Komisi D DPRD Ciamis, H. Zaenal Arifin, menjelaskan bahwa monitoring dilakukan bukan sekadar formalitas. Melainkan untuk mengevaluasi secara menyeluruh kelayakan operasional dapur MBG.
H. Zaenal juga menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses, mulai dari perencanaan, pengolahan hingga distribusi makanan, berjalan sesuai standar. Anggaran yang digunakan harus benar-benar efektif, transparan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat yang berhak,” ujar H. Zaenal.
H. Zaenal menyoroti bahwa aspek kualitas gizi yang menjadi inti dari program MBG. Menurutnya, penyediaan makanan tidak cukup hanya memenuhi unsur kenyang, tetapi harus disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi penerima manfaat yang beragam.
“Kebutuhan gizi anak-anak tentu berbeda dengan lansia atau ibu hamil. Karena itu, standar menu harus disesuaikan agar program ini benar-benar berdampak pada peningkatan status gizi,” katanya.
Dalam monitoring tersebut, Komisi D melakukan penilaian terhadap beberapa aspek penting, di antaranya sistem pendataan penerima manfaat, kualitas bahan pangan yang digunakan.
Prosedur pengolahan makanan, kebersihan dapur, hingga pola koordinasi antarinstansi. Temuan-temuan di lapangan dicatat sebagai bahan evaluasi dan perbaikan.
Pengelola Dapur Shanum 1 dan Shanum 2 di Desa Winduraja, Linda, menyambut baik kegiatan monitoring tersebut. Ia menilai kehadiran DPRD dan instansi terkait memberikan dorongan positif bagi pengelola dapur.
BACA JUGA: Polres Ciamis Intensifkan Patroli Antipremanisme Pasar
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dari Komisi D DPRD Ciamis. Dari kegiatan ini kami mendapatkan masukan yang sangat berguna untuk meningkatkan kualitas layanan dan efektivitas pendistribusian makanan bergizi,” ungkap Linda.
Linda menambahkan bahwa pengelola dapur siap menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan demi optimalisasi program.
Hasil monitoring dari seluruh dapur MBG di Kecamatan Kawali selanjutnya akan dihimpun dan dianalisis secara sistematis oleh Komisi D DPRD Ciamis. Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan menjadi dasar perbaikan dan pengembangan program Dapur Makanan Bergizi Gratis, tidak hanya di Kawali, tetapi juga di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis. (Ujang Aep/US)
