April 24, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Kelurahan Cigembor Wajibkan Petani Gunakan Pupuk Organik

ungkapsebab.web.id, BERITA CIAMIS.  Pemerintah Kelurahan Cigembor mulai memberlakukan kebijakan baru di sektor pertanian dengan mewajibkan para petani yang mengelola lahan persawahan bengkok seluas satu hektare atau lebih untuk menggunakan pupuk organik.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan, meningkatkan kualitas tanah, serta mendukung pertanian berkelanjutan di wilayah Kelurahan Cigembor. Pada Rabu, (07/01/2025).

Lurah Cigembor, Nandra Orlando, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut diambil setelah melalui kajian bersama penyuluh pertanian dan mempertimbangkan kondisi lahan pertanian yang selama ini bergantung pada pupuk kimia.

Nandra mengatakan bahwa penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dalam jangka panjang dapat menurunkan kesuburan tanah dan berdampak pada hasil panen petani itu sendiri.

“Pemerintah kelurahan mewajibkan penggunaan pupuk organik khususnya bagi petani yang menggunakan lahan bengkok. Ini bukan untuk memberatkan, tetapi justru untuk menjaga kesuburan tanah agar tetap produktif dalam jangka panjang,” ujar Nandra.

Nandra menjelaskan, lahan pertanian di Cigembor memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan lokal. Namun, tanpa pengelolaan yang ramah lingkungan, dikhawatirkan kualitas tanah akan terus menurun. Oleh karena itu, peralihan secara bertahap ke pupuk organik dinilai menjadi solusi yang tepat.

Lebih lanjut, Nandra menegaskan bahwa kebijakan ini juga sejalan dengan program pemerintah dalam mendorong pertanian organik dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia sintetis. Selain menjaga lingkungan, penggunaan pupuk organik juga dinilai lebih aman bagi kesehatan petani dan konsumen.

“Kami tidak serta-merta melepas petani begitu saja. Pemerintah kelurahan bersama penyuluh pertanian siap mendampingi, memberikan edukasi, serta membantu petani memahami cara penggunaan pupuk organik yang benar agar hasil panen tetap optimal,” imbuh Nandra.

Sementara itu, penyuluh pertanian binaan Cigembor, Deden Fajar Arif, menyampaikan bahwa pupuk organik memiliki banyak manfaat bagi struktur tanah. Selain meningkatkan kandungan bahan organik, pupuk organik juga mampu memperbaiki daya serap air dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah yang sangat dibutuhkan tanaman padi.

“Tanah yang sehat akan menghasilkan tanaman yang lebih kuat dan tahan terhadap hama serta penyakit. Memang pada awal peralihan hasilnya belum maksimal, tetapi dalam jangka menengah dan panjang, produktivitas justru bisa meningkat,” tegas Deden.

Deden juga menekankan pentingnya peran petani dalam menyukseskan kebijakan ini. Menurutnya, perubahan pola bertani membutuhkan kesadaran dan komitmen bersama, baik dari pemerintah maupun petani itu sendiri. Untuk itu, pihaknya rutin melakukan pendampingan, pelatihan pembuatan pupuk organik, hingga demonstrasi cara aplikasi di lahan sawah.

BACA JUGA: Agun Gunandjar Tekankan Empat Pilar di Dikpol Soksi Ciamis

Beberapa petani Cigembor menyambut baik kebijakan tersebut meski mengakui masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Mereka berharap pemerintah kelurahan dapat terus memberikan dukungan, terutama dalam ketersediaan pupuk organik dan pendampingan teknis di lapangan.

Pemerintah Kelurahan Cigembor menargetkan kebijakan ini dapat berjalan efektif mulai musim tanam mendatang. Dengan kolaborasi antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan petani, diharapkan pertanian di Cigembor dapat berkembang lebih ramah lingkungan, berkelanjutan, dan memberikan kesejahteraan bagi para petani.

“Harapan kami, Cigembor bisa menjadi contoh kelurahan yang berhasil menerapkan pertanian organik secara bertahap dan konsisten,” pungkas Nandra Orlando. (Hendi S /US)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *