April 24, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Komisi A DPRD Ciamis Soroti Kondisi BUMDesma Buana Kawasen

 

ungkapsebab.web.id, BERITA CIAMIS. Komisi A DPRD Kabupaten Ciamis menyampaikan keprihatinan atas kondisi BUMDesma (Badan Usaha Milik Desa Bersama) Buana Kawasen Kecamatan Banjarsari yang dinilai tidak sehat. Hal itu terungkap saat Komisi A melakukan monitoring di Aula Kecamatan Banjarsari pada Rabu, (03/12/2025)

Kegiatan monitoring tersebut diikuti oleh Direktur BUMDesma Buana Kawasen, Camat Banjarsari, serta Ketua APDESI Kecamatan Banjarsari.

Ketua Komisi A DPRD Ciamis, Yoyo Wahyono, menjelaskan bahwa hasil monitoring menunjukkan adanya kemacetan pinjaman yang mencapai 38 persen. Menurutnya, diperlukan koreksi bersama agar BUMDesma Buana Kawasen dapat kembali berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Setelah monitoring dan diskusi, kami berharap BUMDesma Buana Kawasen bisa kembali sehat. Keberadaan BUMDesma harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Yoyo.

Yoyo menambahkan, tujuan utama monitoring adalah memastikan bahwa uang negara yang dikelola tetap aman dan tidak disalahgunakan. Ia memaparkan, sebelum transformasi dari UPK (Unit Pelaksana Kegiatan) ke BUMDesma, UPK memiliki aset uang sebesar Rp900 juta.

Kemudian setelah transformasi pada 2022, BUMDesma menerima penyertaan modal dari desa sebesar Rp5 juta per desa. Dari 12 desa di Kecamatan Banjarsari, hanya 11 desa yang memberikan penyertaan modal, sehingga total aset mencapai Rp955 juta.

Namun demikian, Yoyo menyoroti penyertaan modal sebesar Rp55 juta yang hingga kini belum digunakan sebagai modal usaha.

“Uang itu masih mengendap di rekening. Sayang kalau tidak dimanfaatkan. BUMDesma harus berinovasi dan tidak hanya terpaku pada unit usaha simpan pinjam,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur BUMDesma Buana Kawasen, Agus Betay, mengakui terjadinya kemacetan pinjaman hingga 38 persen. Menurutnya, kemacetan tersebut sudah berlangsung sejak era program PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat).

“Penyebabnya beragam, mulai dari karakter sebagian masyarakat yang berani meminjam namun enggan membayar, hingga kondisi ekonomi mereka yang terpuruk,” jelas Agus.

Agus menuturkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk menarik kembali dana yang dipinjam masyarakat, termasuk melibatkan aparat kepolisian. Meski sempat efektif, namun hasilnya tidak berlangsung lama. Kemacetan juga didominasi oleh kelompok masyarakat, bukan hanya peminjam individu.

BACA JUGA: Bapenda Ciamis Optimis Capo Target PBB-P2 2025 

Agus menambahkan, pada akhir 2023 BUMDesma menerima penyertaan modal sebesar Rp55 juta. Dana tersebut sempat direncanakan untuk usaha pelayanan pajak kendaraan pada 2024, namun setelah dilakukan studi banding, rencana itu dinilai kurang tepat. Akhirnya pada 2025, dana tersebut digulirkan kembali untuk usaha pinjaman.

“Dana itu hanya mengendap selama satu tahun, yaitu pada 2024,” pungkas Agus.

Dengan kondisi yang ada, Komisi A DPRD Ciamis berharap BUMDesma Buana Kawasen dapat memperbaiki manajemen, memperluas inovasi usaha, dan memperkuat pengawasan agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Banjarsari. (Uus S /US)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *