Aset Miliaran Pemuda Banjar Dipertanyakan Warga
ungkapsebab.web.id, BERITA BANJAR. Gedung Kepemudaan Kota Banjar yang selesai dibangun pada tahun 2023 dengan kucuran dana Pemerintah Provinsi Jawa Barat senilai Rp1.096.336.000 kini menjadi pusat sorotan publik. Fasilitas yang semestinya menjadi ruang produktivitas dan pemberdayaan pemuda justru tampak terbengkalai.
Banyak warga mempertanyakan bagaimana sebuah bangunan bernilai miliaran rupiah bisa mengalami kerusakan dan ketidaklayakan dalam waktu sesingkat itu.
Pembina Poros Sahabat Nusantara (Posnu), Mulison, menjadi salah satu tokoh yang menyampaikan kritik keras. Ia mengatakan bahwa hasil peninjauan langsungnya menunjukkan kondisi gedung jauh dari standar fasilitas publik yang ideal.
Mulison menilai bahwa bangunan yang baru berusia satu tahun itu seharusnya masih dalam kondisi prima.
Menurut Mulison, banyak titik masalah mulai dari kebersihan yang tidak terjaga, fasilitas dasar yang tidak berfungsi, hingga toilet yang tidak bisa digunakan karena air tidak mengalir.
“Anggaran pembangunannya lebih dari satu miliar rupiah. Seharusnya gedung ini dirawat dan berfungsi maksimal untuk kegiatan pemuda. Kalau baru satu tahun sudah seperti ini, ada yang tidak beres dengan pengelolaannya,” tegasnya pada Senin, (01/12/2025).
Mulison juga menyebut bahwa kondisi tersebut menunjukkan adanya kelemahan serius dalam pengawasan dan pemeliharaan aset publik.
Mulison meminta pemerintah Kota Banjar untuk tidak lagi menunda tindakan dan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola gedung tersebut. Ia menilai bahwa ketidakberesan dalam pengelolaan fasilitas kepemudaan merupakan sinyal buruk bagi komitmen pemerintah terhadap masa depan generasi muda.
Menanggapi kritik yang berkembang, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Banjar, H. Kaswad, bahwa gedung tersebut memang membutuhkan perbaikan. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah berulang kali mengajukan usulan pemeliharaan, namun prosesnya harus menunggu siklus anggaran yang ditetapkan pemerintah daerah.
“Perbaikan sudah kita usulkan. Setiap tahun kita ajukan, termasuk untuk pemeliharaan,” ujarnya.
Kaswad juga memberikan penjelasan mengenai toilet yang kotor dan tidak berfungsi. Menurutnya, fasilitas tersebut sebelumnya berjalan normal. Ia menduga ada pihak yang merusak instalasi air sehingga alirannya kini terhenti.
“Sebenarnya air itu ada, dulu berfungsi. Mungkin ada yang jahil sehingga tidak berjalan lagi,” katanya.
Kaswad menambahkan bahwa ketiadaan air otomatis membuat toilet tidak bisa digunakan dan menjadi cepat kotor.
“Sekarang pengelolaan gedung ini sudah diserahkan ke KNPI, ke depan perlu diperkuat koordinasi antara pihak pengelola dan pemerintah daerah agar masalah-masalah teknis tidak dibiarkan berlarut-larut,” jelasnya.
BACA JUGA: Lomba Inovasi Daerah 2026, Dorong Pemanfaatan Sumber Daya
Kaswad juga menyoroti perilaku sebagian pengguna gedung yang dinilai kurang bertanggung jawab. Ia menyebut bahwa masih ada pengguna yang bertindak tidak tertib, termasuk membuang air sembarangan.
“Kadang ada yang buang air sembarangan. Itu yang salah. Kesadaran penggunaan fasilitas ini perlu ditingkatkan,” ujarnya dengan nada prihatin.
Perlu adanya Pemeliharaan yang berkelanjutan, pengawasan ketat, serta tanggung jawab bersama antara pemerintah, pengelola, dan pengguna. Harapannya ke depan Gedung Kepemudaan benar-benar dapat menjadi ruang produktif yang mendorong kreativitas generasi muda Kota Banjar. (Johan/US)
