Engkos Kosmara: Dedikasi Seorang Guru yang Tak Pernah Pudar
ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Dalam suasana peringatan Hari Guru Nasional, kisah seorang pensiunan guru sekolah dasar, Engkos Kosmara (65), yang saat ini menjadi pedagang di salah satu kantin sekolah di Ciamis kembali menyentuh hati banyak orang. Selasa,(25/11/2025)
Meski telah resmi pensiun empat tahun lalu, pengabdiannya bagi dunia pendidikan tidak pernah surut. Kini, Engkos mengisi hari-harinya dengan berjualan di kantin sekolah, suatu perubahan profesi yang justru memperlihatkan bahwa jati dirinya sebagai pendidik tetap melekat kuat.
Menghabiskan lebih dari empat dekade sebagai guru SD, Engkos dikenal sebagai sosok yang sabar, tegas, dan penuh perhatian, terutama bagi murid-muridnya yang berasal dari keluarga sederhana.
“Dulu tugas saya bukan sekadar mengajar membaca atau berhitung. Saya ingin anak-anak punya mimpi dan percaya mereka bisa,” ujarnya
Setelah memasuki masa pensiun, Engkos sempat merasa kehilangan rutinitas yang selama puluhan tahun menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya. Namun, alih-alih berdiam diri, ia memilih untuk tetap produktif dengan membuka kantin kecil di pinggir sekolah tempat ia mengabdikan diri.
Keputusan itu lahir dari keinginannya untuk tetap dekat dengan lingkungan pendidikan sekaligus membantu sekolah.
Yang menarik, meski kini berstatus pedagang, warga sekolah masih sering meminta pandangan dan nasihat darinya. Para guru pun kerap menjadikan Engkos sebagai rujukan ketika membutuhkan masukan tentang pembelajaran maupun perkembangan sekolah.
“Saya merasa bangga dan senang bisa terus memberikan ilmu. Apalagi sekarang banyak siswa yang sudah berhasil menjadi ASN maupun pengusaha,” ungkapnya.
Momentum Hari Guru Nasional tahun ini menjadi saat yang sangat emosional bagi Engkos. Ia tak kuasa menahan air mata ketika melihat upacara peringatan berlangsung di halaman sekolah. Seorang guru yang menghampiri dan mengucapkan selamat Hari Guru membuatnya semakin tersentuh.
“Saya tidak pernah meminta penghargaan. Melihat mereka menjadi tenaga pengajar yang baik saja sudah cukup,” tuturnya.
Kisah hidup Engkos Kosmara mengingatkan bahwa menjadi guru bukan sekadar jabatan atau ruang kelas tempat mengajar. Profesi itu hidup dalam tindakan dan keteladanan. Meski kini berdagang, nilai-nilai kepedulian, kesederhanaan, dan semangat mendidik yang selama ini ia tanamkan tidak pernah pudar.
BACA JUGA: Bupati Sampaikan APBD 2026 dan 11 Raperda di Paripurna
“Peringatan Hari Guru Nasional menjadi momen bersejarah bagi saya, menjadi kenangan ketika saya mengajar anak-anak yang tadinya tidak bisa menjadi bisa,” pungkasnya.
Dedikasi panjang dan ketulusan Engkos Kosmara menjadi contoh nyata bahwa semangat seorang guru akan selalu hidup di tengah masyarakat. Pada Hari Guru Nasional ini, sosok-sosok seperti Engkos layak mendapat penghormatan atas pengabdian tanpa batas mereka. (Hendi S/US)
