April 24, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Klarifikasi Kuwu Mekarmukti: Video Viral Picu Kesalahpahaman

 

ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Potongan video Kepala Desa Mekarmukti, Asep Ari atau yang dikenal sebagai Kuwu Ibro, yang viral di media sosial karena dianggap menantang wartawan, akhirnya terbantahkan setelah klarifikasi resmi disampaikan langsung kepada empat organisasi profesi wartawan.

Polemik berawal dari beredarnya cuplikan video berdurasi pendek yang memperlihatkan Ibro berteriak lantang dalam sebuah silahturahmi forum Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI). Video tersebut tidak menampilkan konteks sebenarnya, sehingga menimbulkan dugaan bahwa Ibro menyerang profesi jurnalis.

Padahal, forum yang digelar pada 5 November 2025 itu tengah membahas dugaan pemerasan oleh seorang oknum masyarakat yang mengaku wartawan terhadap Pemerintah Desa Mangkubumi, Kecamatan Sadananya.

Ketidaktelitian penyebar potongan video memicu kesalahpahaman baru, dan isu yang sebenarnya telah mereda,namun kembali memanas.

Menyikapi kontroversi tersebut, Kuwu Ibro memilih mengambil langkah cepat. Pada Minggu (23/11/2025), ia bertemu langsung dengan empat organisasi profesi wartawan, yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Ikatan Wartawan Online (IWO) dan Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI)

Pertemuan tersebut berlangsung di sebuah Caffe di Ciamis pada minggu malam (23/11/2025), yang turut disaksikan langsung Ketua Apdesi Ciamis.

Dalam pertemuan terbuka itu, Ibro menyampaikan permohonan maaf tanpa syarat atas kegaduhan yang timbul akibat cuplikan video tersebut.

“Saya minta maaf atas kealpaan saya. Saat itu saya terlalu bersemangat. Yang saya maksud adalah oknum, bukan wartawan,” ujar Ibro.

Pernyataan tersebut membuat suasana diskusi menjadi lebih cair dan produktif.

Para ketua organisasi wartawan kemudian mendengarkan kronologi lengkap jalannya acara PPDI, termasuk isi orasi Ketua PPDI dan situasi ketika Ibro menyampaikan suara lantangnya.

Setelah mendengarkan pemaparan utuh, seluruh organisasi profesi wartawan menerima klarifikasi Kuwu Ibro dan memahami bahwa pernyataan tersebut ditujukan kepada oknum pemeras, bukan profesi wartawan secara keseluruhan.

Organisasi wartawan pun menyatakan dukungan terhadap langkah hukum bagi oknum yang melakukan tindak pemerasan tersebut.

“Video itu dipotong sehingga tidak menampilkan konteks acara, dan menimbulkan asumsi seolah saya menyerang profesi jurnalis,” jelas Ibro.

Sementara itu, Ketua PPDI Ciamis, Ahmad Himawan atau Mas Ahim, menjelaskan bahwa persoalan sebenarnya bermula dari aksi intimidasi dan pemerasan oleh seorang oknum masyarakat yang mengaku sebagai wartawan terhadap Pemerintah Desa Mangkubumi.

Kasus tersebut memicu reaksi keras dari perangkat desa di berbagai kecamatan hingga PPDI menggelar Silaturahmi Akbar yang dihadiri lebih dari 1.000 orang perangkat desa.

PPDI dan para perangkat desa telah mengumpulkan bukti berupa foto, kwitansi, rekaman CCTV serta video terkait tindakan oknum tersebut.

BACA JUGA: Warga Padati Acara Grand Opening Mahkota Swalayan 

PPDI dan organisasi wartawan sepakat mendorong proses hukum agar kasus ini ditangani secara tuntas.

Dengan adanya klarifikasi terbuka ini, Kuwu Ibro berharap polemik dapat segera mereda dan hubungan baik antara pemerintah desa dan insan pers tetap terjaga.

Sehingga pertemuan tersebut menjadi titik terang bahwa profesi wartawan tetap dihormati, sementara atas tindakan oknum yang sudah mencoreng marwah dengan membawa nama pers akan ditindak sesuai aturan hukum. (Pepi Irwan/US)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *