April 24, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Sosialisasi Kode Etik Jurnalistik Tingkatkan Profesionalisme Guru

ungkapseba.com, BERITA CIAMIS. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Jatinagara menggelar kegiatan Sosialisasi Kode Etik Jurnalis dan Kompetensi Jurnalistik bagi seluruh kepala sekolah dan guru di wilayah Jatinagara sebagai upaya memperluas wawasan serta meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan PGRI Jatinagara tersebut menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Yosep Trisna dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Galuh Raya dan Anthika Asmara, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ciamis.

Puluhan guru dari berbagai satuan pendidikan antusias mengikuti kegiatan pelatihan yang digelar pada Jumat (31/10/2025), sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik.

Ketua PGRI Cabang Jatinagara, Dadi Supriadi, menegaskan bahwa kegiatan Sosialisasi Kode Etik Jurnalis dan Kompetensi Jurnalistik bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para guru mengenai pentingnya etika dan keterampilan jurnalistik dalam menjalankan peran mereka sebagai pendidik sekaligus komunikator di masyarakat.

“Guru bukan hanya berhadapan dengan siswa, tetapi juga dengan berbagai lapisan masyarakat. Karena itu, pemahaman tentang etika dan komunikasi publik sangat penting agar guru dapat melayani masyarakat dengan cara yang tepat dan profesional,” ujar Dadi.

Dalam pemaparannya, Yosep Trisna menekankan pentingnya pemahaman jurnalistik dan kode etik di era digital, di mana arus informasi begitu cepat dan mudah diakses. Ia mengingatkan bahwa setiap individu kini bisa menjadi penyampai informasi, namun tidak semua memahami cara menyampaikan berita atau pendapat secara etis dan bertanggung jawab.

“Guru perlu menjadi contoh bagaimana informasi disampaikan dengan benar, berimbang, dan beretika. Tidak hanya guru yang dituntut kompeten, jurnalis pun harus memiliki standar profesional melalui uji kompetensi agar karya jurnalistiknya berkualitas dan sesuai kaidah,” tegas Yosep.

Sementara itu, Anthika Asmara menyoroti pentingnya menjaga integritas serta kehati-hatian dalam menyampaikan informasi, baik dalam kegiatan sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

“Guru adalah figur publik di lingkungannya. Dengan memahami dasar-dasar jurnalistik, guru akan lebih bijak dalam menulis, berbicara, dan membagikan informasi. Ini bagian dari menjaga nama baik profesi dan lembaga pendidikan,” jelas Anthika.

Selain menerima materi kode etik jurnalistik, para peserta juga mengikuti sesi diskusi interaktif mengenai praktik komunikasi publik dan tantangan penyebaran informasi di era digital. Kegiatan ini, menjadi ajang pembelajaran bagi para guru untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi yang lebih efektif.

Dadi Supriadi berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya membangun kesadaran pentingnya komunikasi publik yang profesional di kalangan pendidik.

BACA JUGA: Sinkronisasi Data MBG Kawali Pastikan Tepat Sasaran 

“Harapan kami, para guru dapat menerapkan ilmu ini dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di masyarakat, sehingga komunikasi yang dilakukan selalu sesuai dengan norma dan etika yang berlaku,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, PGRI Jatinagara menegaskan komitmennya dalam membekali para guru agar siap menghadapi tantangan komunikasi di era keterbukaan informasi, sekaligus menjadi teladan dalam penyampaian informasi yang benar, santun, dan beretika. (Sari Okta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *