DWP Ciamis Luncurkan Program Lahan Kantor Produktif
ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Ibu Bupati Ciamis, Hj. Kania Herdiat Sunarya, didampingi oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Ciamis, Ny. Syarifah Andang, meluncurkan program inovatif pemanfaatan lahan di sekitar kantor pemerintahan dengan menanam cabai, bawang merah, dan berbagai jenis sayuran.
Program ini bertujuan tidak hanya untuk menghijaukan lingkungan kantor, tetapi juga untuk berbagi hasil panen dengan masyarakat sekitar.
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Kania Herdiat Sunarya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan hasil inovasi DWP Kabupaten Ciamis. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata dalam pemanfaatan lahan kantor secara produktif dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini adalah program dari Dharma Wanita Persatuan untuk memanfaatkan halaman kantor agar lebih produktif. Hasilnya pun nantinya bisa digunakan bersama dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Hj. Kania.
Lebih lanjut, Hj. Kania menyampaikan bahwa kegiatan ini juga dijadikan ajang lomba antar DWP di setiap Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) dan DWP kecamatan se-Kabupaten Ciamis. Sebelumnya, seluruh peserta telah mendapatkan pelatihan mengenai berbagai teknik menanam sayuran seperti cabai, tomat, bawang merah, dan tanaman obat keluarga (TOGA).
“Seluruh peserta sudah mengikuti pelatihan terlebih dahulu. Pelatihan tersebut dikemas dalam bentuk video pembelajaran dan diaplikasikan langsung di pekarangan kantor masing-masing,” paparnya.
Ketika ditanya mengenai pemilihan lokasi percontohan di Kantor Bapenda Ciamis, Hj. Kania menjelaskan bahwa Bapenda merupakan salah satu dari sepuluh besar instansi dengan pemanfaatan halaman terbaik di antara seluruh SOPD di Kabupaten Ciamis.
BACA JUGA: Danil, Sosok Inspiratif Pelajar SMK Penjual Es Cincau
“Selain Bapenda, instansi lain yang masuk sepuluh besar antara lain Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, Dishub, Inspektorat, BPKD, Dinas Perhubungan, Bappeda, Dinas DKUKMP, dan Disbudpora. Penilaiannya bukan berdasarkan luas lahan, tetapi pada kreativitas dan efektivitas pemanfaatannya,” jelasnya.
Bu Kania berharap, ke depan kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan di lingkungan kantor, tetapi juga dapat diterapkan di rumah masing-masing. Dengan begitu, setiap keluarga bisa berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan rumah tangga melalui pemanfaatan lahan pekarangan yang produktif dan ramah lingkungan. (Sari Okta)
