Harga Telur di Pasar Banjarsari Tembus Rp31.000 Ribu per Kg
ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Harga telur ayam di Pasar Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terus mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Saat ini, harga telur menembus angka Rp30.000 hingga Rp31.000 per kilogramnya, jauh di atas harga normal yang berkisar Rp25.000 per kilogram.
Seperti yang dikatakan Muksin, salah satu pedagang telur di pasar , mengungkapkan bahwa replica Omega kenaikan harga ini terjadi secara bertahap dalam seminggu terakhir. Ia menyebutkan bahwa harga telur sebelumnya berada di kisaran Rp27.000 per kilogram, namun terus naik hampir setiap hari.
“Naiknya bertahap. Seminggu lalu masih Rp27.000, sekarang sudah sampai Rp31.000 ribu per kilogram,” Kata Muksin saat ditemui di lapaknya, Minggu (19/10/2025).
Muksin menduga, kenaikan harga ini disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pelaksanaan program pemerintah berupa Makan Bergizi Gratis (MBG) yang meningkatkan permintaan terhadap telur. Selain itu, harga pakan ternak yang terus merangkak replica Breitling naik juga disebut menjadi salah satu pemicu.
“Kalau penyebab pastinya saya kurang tahu. Tapi ada yang bilang karena program MBG, ada juga yang bilang harga pakannya naik,” jelasnya.
Menurut Muksin, selain karena permintaan yang tinggi, stok telur di pasaran juga mengalami penurunan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini memicu ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan, yang akhirnya membuat harga naik.
“Yang jelas sekarang stoknya berkurang. Kalau stok berkurang, pasti harga Breitling replica naik. Sebaliknya, kalau stok banyak, harga bisa turun lagi,” katanya.
Kenaikan harga telur ini berdampak langsung pada omzet penjualannya. Ia mengaku pendapatannya menurun drastis karena konsumen menjadi lebih berhati-hati dalam membeli telur dalam jumlah besar.
BACA JUGA: Buper Wana Awilega Tempat Kepramukaan Punya Nilai Ideal
Tak hanya telur, beberapa komoditas dapur lainnya juga ikut mengalami kenaikan harga, seperti bawang merah, bawang daun, cabai merah, kol, wortel, dan tomat. Namun, harga cabai rawit (cengek) justru mengalami penurunan.
Muksin berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok, khususnya telur, agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan pedagang kecil seperti dirinya tidak semakin tertekan. (US)
