Juni 12, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Peluang Investasi Sektor Pangan di Sorot DPMPTSP

 

ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Ciamis mencatat seluruh Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya hingga saat ini belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) maupun Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Padahal, kedua dokumen tersebut menjadi syarat penting dalam penyelenggaraan usaha pangan.

Kepala DPMPTSP Ciamis, Drs. LM Sukardan Rere, MM, mengungkapkan hal tersebut dalam kegiatan Ciamis Beri Kabar (Misbar) yang digelar di kantor PWI Ciamis, Kamis (2/10/2025). Dalam kesempatan tersebut Ia menjelaskan bahwa berdasarkan data dalam sistem Online Single Submission (OSS), baru beberapa unit usaha pangan besar yang tercatat memiliki SLHS.

“Kalau kita lihat dari data OSS, yang sudah memiliki SLHS baru RSUD Ciamis, Lapas Ciamis, sejumlah rumah sakit swasta, dan Catering Samudra. Sementara untuk SPPG, belum ada satu pun yang tercatat memiliki SLHS,” tegas Rere.

Selain SLHS, Rere juga menyoroti belum adanya SPPG di Ciamis yang mengantongi izin PBG. Ia menyebutkan bahwa status izin dapat dicek langsung melalui OSS, baik yang masih proses maupun yang sudah terbit.

“Izin PBG dan SLHS memiliki alur yang berbeda. Untuk SPPG, saat ini tidak ada yang memiliki keduanya. Bahkan data pasti jumlah SPPG di Ciamis pun belum tersedia secara valid,” ujarnya.

Rere menjelaskan, pengurusan SLHS merupakan kewenangan Dinas Kesehatan (Dinkes), yang akan melakukan penilaian dan memberikan rekomendasi sebelum diterbitkan melalui OSS. Sementara untuk PBG, pemohon dapat mengurusnya melalui aplikasi daring Sistem Informasi Bangunan Gedung (SIMBG).

Meski demikian, Rere melihat keberadaan SPPG sebagai peluang investasi yang menjanjikan, terutama dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digencarkan pemerintah.

“Program MBG ini membuka ruang tumbuhnya pelaku usaha baru, terutama di sektor agrobisnis. Ciamis punya potensi besar karena sektor pertanian dan peternakannya kuat,” jelasnya.

Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Galuh Ciamis, Nurdiana Mulyatini, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, juga menyoroti potensi ekonomi dari program MBG. Ia menilai program ini memiliki pasar yang jelas dan berkelanjutan.

“Program MBG punya daya serap pasar tinggi. Ini peluang besar bagi pelaku usaha lokal,” katanya.

BACA JUGA: KKG Penjas Lakbok Gelar Seleksi Lomba OSTRAD 

Namun, Nurdiana mengingatkan perlunya penguatan rantai pasok pangan. Jika tidak ditangani dengan baik, program MBG dapat memicu inflasi akibat lonjakan permintaan bahan pokok.

“Kolaborasi antardaerah sangat penting. Jika tidak ada sinergi, maka masyarakat umum yang akan terkena dampaknya karena harga pasar bisa melonjak,” pungkasnya. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *