Juni 12, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Dinkes Gelar Pelatihan SLHS Bagi Dapur SPPG

 

ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Menyusul maraknya kasus keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di wilayah Kabupaten Ciamis, Dinas Kesehatan bergerak cepat dengan menyelenggarakan pelatihan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Pelatihan ini digelar pada Sabtu sore (4/10/225) di aula Pondok Pesantren Miftahul Ulum dan diikuti oleh petugas dapur SPPG dari empat kecamatan diantaranya Kecamatan Baregbeg, Kecamatan Cijeungjing, Kecamatan Panawangan, dan Kecamatan Rajadesa.

Kegiatan dibuka dengan pemberian materi seputar standar kebersihan dapur dan keamanan pangan. Setelah itu, seluruh peserta mengisi lembar evaluasi awal berupa 10 soal pilihan ganda yang harus diselesaikan dalam waktu 10 menit.

Sebagai narasumber Sanitarian Ahli Muda Ii Sumarni, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari percepatan SLHS yang dicanangkan Kementerian Kesehatan. Jika sebelumnya proses sertifikasi dilakukan melalui sistem OSS (Online Single Submission) yang memakan waktu cukup lama, kini dapur SPPG dapat mengajukan secara manual melalui Dinas Kesehatan sesuai surat edaran Kemenkes tanpa harus melalui DPMPTSP.

“Pemerintah pusat hanya memberikan waktu satu bulan untuk menyelesaikan SLHS bagi seluruh dapur. Dari total 75 dapur SPPG yang beroperasi, kita tidak bisa menyelesaikannya jika tidak dibagi menjadi dua tim,” ujar Ii.

Pelatihan dilakukan per wilayah atau per kecamatan, dengan melibatkan sekitar 25 peserta per dapur. Dinkes menargetkan seluruh pelatihan selesai dalam waktu dua minggu.

Tiga syarat utama untuk memperoleh SLHS tetap harus dipenuhi, yaitu pelatihan penjamah makanan (minimal 50% dari jumlah karyawan dapur), inspeksi kesehatan lingkungan (IKL), dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan mencakup kebersihan alat, makanan, usap dubur, dan kualitas air yang digunakan.

“Jika hasil laboratorium menunjukkan dapur bersih dari kontaminasi seperti E. coli, maka SLHS bisa segera diterbitkan. Namun bila ditemukan kontaminasi, proses harus diulang hingga memenuhi standar,” tegas Ii.

BACA JUGA: Hamida Gelar Maulid dan Pelantikan Pengurus Baru 

Menurutnya, pelatihan serupa sudah lama diterapkan di rumah sakit dan rumah makan. Kini, dengan percepatan dari pemerintah, dapur SPPG pun dituntut untuk memenuhi standar yang sama.

“Tujuan utamanya adalah memastikan seluruh dapur penyedia makanan, terutama yang melayani masyarakat luas, aman dan layak secara higienis,” pungkasnya. (Pepy, Sari, ungkapsebab.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *