Juni 11, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Kasus Dugaan Keracunan MBG di Pangandaran Jadi Perhatian

 

 

ungkapsebab.com, BERITA PANGANDARAN. Kasus dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pangandaran menyita perhatian banyak pihak. Insiden yang menimpa delapan siswa sekolah dasar itu menimbulkan keprihatinan sekaligus pertanyaan tentang bagaimana sebenarnya koordinasi pelaksanaan program MBG di daerah berjalan.

Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, tidak menutup mata atas persoalan ini. Ia menegaskan bahwa salah satu faktor utama yang membuat kasus ini bisa terjadi adalah lemahnya koordinasi antar pihak terkait.

Dalam rapat koordinasi monitoring dan pengawasan program MBG yang digelar di Mapolres Pangandaran, Kamis (2/10/2025), Citra menyampaikan bahwa dirinya merasa kaget dengan laporan tersebut. Ia mengaku tidak menyangka Pangandaran akan mengalami hal serupa, apalagi daerahnya dianggap kondusif.

“Karena, sebelum kejadian, hari Senin kami ada undangan koordinasi MBG. Hanya tujuh kabupaten/kota, termasuk Pangandaran, yang tidak diundang, karena dianggap kondusif,” kata Citra di hadapan peserta rapat.

Namun, hanya berselang dua hari dari koordinasi itu, laporan dugaan keracunan makanan muncul. Menurutnya, hal ini menjadi bukti masih ada celah besar dalam koordinasi di lapangan.

“Jujur saja, dari awal memang tidak ada koordinasi sama sekali. Kami tidak tahu dapur MBG ada berapa, lokasinya di mana, bahkan yayasannya milik siapa,” ungkapnya.

Bupati Citra menekankan bahwa kejadian ini akan dijadikan momentum untuk evaluasi menyeluruh, baik di tingkat daerah maupun antar instansi. Ia tidak ingin peristiwa tersebut hanya menjadi bahan saling menyalahkan, melainkan harus dipandang sebagai pelajaran penting agar kesalahan tidak terulang.

“Kami akan menugaskan tim untuk lebih sering turun langsung. InsyaAllah, minggu ini surat tugas untuk tim koordinasi akan segera dikeluarkan,” tegasnya.

Evaluasi tersebut, lanjut Citra, akan menyasar berbagai aspek mulai dari pendataan dapur penyedia MBG, pengecekan standar kebersihan, hingga transparansi pihak yang terlibat. Dengan langkah ini, pemerintah daerah berharap ada kepastian bahwa makanan yang diterima siswa benar-benar aman.

Program MBG sendiri merupakan kebijakan nasional yang digulirkan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah. Dengan adanya makanan sehat dan bergizi, siswa diharapkan bisa belajar lebih baik dan terbebas dari persoalan kesehatan yang bisa mengganggu kegiatan belajar.

Namun, tanpa sistem pengawasan yang ketat, program ini justru berpotensi menimbulkan masalah baru. Kasus dugaan keracunan di Pangandaran membuktikan bahwa standar higienitas dapur penyedia makanan harus menjadi perhatian serius.

Menurut Citra, lemahnya pengawasan bukan hanya soal teknis distribusi makanan, tetapi juga menyangkut kejelasan data dapur penyedia.

“Kalau dari awal kita tahu siapa penyedianya, di mana dapurnya, kita bisa lebih mudah melakukan kontrol. Masalahnya, informasi itu pun tidak ada,” ujarnya.

Menyadari besarnya tantangan dalam mengawal program MBG, pemerintah daerah berencana melibatkan lebih banyak pihak. Selain tim pengawasan khusus, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, hingga kepolisian juga akan diminta berperan aktif dalam pengawasan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Ini harus dikerjakan bersama, karena menyangkut keselamatan anak-anak kita,” tutur Citra.

Citra juga mengimbau masyarakat untuk turut serta mengawasi jalannya program. Jika ada keluhan atau kecurigaan terhadap makanan MBG, orang tua atau pihak sekolah diminta segera melaporkannya agar bisa ditindaklanjuti.

Meski kejadian ini menimbulkan kekhawatiran, Bupati Citra tetap melihat sisi positif. Ia menyebut insiden ini bisa menjadi titik balik dalam memperkuat koordinasi sekaligus memperbaiki sistem pelaksanaan program MBG.

BACA JUGA: KPU Ciamis Gelar Pleno PDPB Triwulan 3 Perbarui Data Pemilih 

“Kita semua harus belajar dari kejadian ini. Anak-anak kita adalah prioritas utama, dan keselamatan mereka tidak boleh ditawar,” ucapnya.

Dengan pengawasan yang lebih ketat, koordinasi yang lebih jelas, serta keterlibatan semua pihak, Bupati Citra optimistis pelaksanaan MBG di Pangandaran akan berjalan lebih aman dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.

“Program MBG adalah program yang baik. Tinggal bagaimana kita bersama-sama memastikan pelaksanaannya optimal dan tidak menimbulkan persoalan baru,” pungkasnya. (KIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *