Bawaslu Perkuat Kelembagaan Pengawas, Pemilu Demokratis
ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ciamis menggelar kegiatan Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu yang dilaksanakan di Hotel Tyara Plaza, Sabtu (27/09/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Memperkuat Bawaslu melalui Kolaborasi dengan Stakeholder untuk Pemilu yang Demokratis.”
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai elemen penting, termasuk pengawas pemilu, perwakilan pemerintah daerah, partai politik, organisasi kepemudaan, akademisi, hingga tokoh masyarakat.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antar pihak dalam menyongsong pelaksanaan pemilu dan pilkada yang adil dan berintegritas.
Berbagai narasumber dari lintas kalangan turut dihadirkan, antara lain akademisi dan Wakil Ketua Komisi II DPR RI. Dalam kegiatan tersebut para pembicara akan membahas sejumlah topik krusial, seperti tantangan regulasi pemilu, pentingnya partisipasi publik, serta strategi menghadapi kompleksitas pemilu serentak.
Koordinator Sekretariat Bawaslu Ciamis yang juga Ketua Panitia kegiatan, Fitri Lisnawati, menyampaikan bahwa kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengawas pemilu serta perluasan jejaring kerja sama dengan stakeholder eksternal.
Fitri menegaskan, Ada lima fokus utama dalam penguatan kelembagaan, yaitu profesionalitas penyelenggara, kontribusi lembaga legislatif, peran masyarakat sipil, dukungan akademisi, serta kesadaran pemilih.
Menurutnya, penguatan kelembagaan bukan hanya upaya teknis, melainkan juga merupakan investasi jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan demokrasi. Ia mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi demi mewujudkan pemilu dan pilkada yang jujur, adil, serta berintegritas.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Widodo Wuryanto, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Pengawasan pemilu tidak bisa dijalankan secara sendiri. Mustahil Bawaslu bekerja maksimal tanpa dukungan dari seluruh stakeholder,” ujarnya.
Widodo juga mengingatkan bahwa pada tahun 2029, pemilu dan pilkada direncanakan akan kembali dipisahkan, yang tentu akan menambah beban kerja pengawasan di tingkat daerah. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan Bawaslu perlu dipersiapkan sejak dini agar mampu menjawab tantangan tersebut.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Ciamis, Jajang Miftahudin, menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi menuju demokrasi lima tahun ke depan. Ia menilai, jika pemilu dan pilkada benar-benar dipisahkan, maka tantangan yang akan dihadapi Bawaslu dan seluruh elemen terkait akan semakin kompleks.
“Pengawasan pemilu bukan hanya tanggung jawab Bawaslu, melainkan tanggung jawab bersama. Partisipasi masyarakat, partai politik, akademisi, dan pemerintah daerah sangat diperlukan untuk menjaga kualitas demokrasi,” tuturnya.
BACA JUGA: HUT ke -61 Partai Golkar Ciamis Gelar Kegiatan Sosial
Jajang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjauhi praktik politik transaksional dan memperkuat budaya partisipasi publik. Menurutnya, penguatan kelembagaan harus dimaknai sebagai upaya membangun kesadaran kolektif dalam menjaga nilai-nilai demokrasi.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Bawaslu Ciamis berharap kolaborasi lintas sektor semakin solid, sehingga pemilu mendatang dapat berlangsung secara adil, transparan, dan demokratis. (Redaksi)
