April 24, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Jumlah Penduduk Garut Tidak Seimbang dengan Dokter Spesialis

 

ungkapsebab.com, BERITA GARUT. Kabupaten Garut kini tengah menghadapi persoalan serius di bidang kesehatan. Jumlah penduduk yang mencapai sekitar 2,8 juta jiwa tidak sebanding dengan ketersediaan dokter spesialis di daerah tersebut.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan bahwa kondisi ini perlu segera ditangani dengan strategi jangka panjang. Ia mengungkapkan bahwa keterbatasan tenaga medis menjadi salah satu faktor yang menghambat peningkatan kualitas layanan kesehatan di Garut.

“Jadi aspek-aspek sumber daya dokternya, kualifikasi masih terbatas, belum sarana prasarana yang lain. Ini perlu sesuatu perencanaan komprehensif, sistematis, dan bertahap. Sehingga, ke depan kondisi kesehatan di Kabupaten Garut akan semakin baik,” kata Syakur, Rabu (24/9/2025).

Menurutnya, salah satu langkah yang kini ditempuh Pemkab Garut adalah menjajaki kerja sama dengan Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung. Harapannya, kolaborasi ini dapat mengisi kekurangan tenaga dokter spesialis sekaligus memperkuat infrastruktur kesehatan daerah.

Wakil Rektor UNPAD, Prof. Rizky Abdullah, memaparkan data yang cukup memprihatinkan. Jumlah dokter spesialis di Garut saat ini baru 229 orang. Dengan jumlah penduduk yang besar, rasio tersebut hanya sekitar 0,08 per seribu penduduk. Padahal, standar ideal adalah 0,28 per seribu penduduk.

“Artinya, Garut masih kekurangan tenaga spesialis dalam jumlah besar. Untuk mengatasi hal ini, UNPAD menawarkan beberapa opsi. Pertama, menempatkan lulusan beasiswa UNPAD di Garut. Kedua, memberikan beasiswa bagi dokter asal Garut untuk melanjutkan pendidikan spesialis. Ketiga, mengembangkan RSUD sebagai wahana pendidikan dan bahkan menjalin kerja sama agar RSUD bisa menjadi Rumah Sakit UNPAD,” jelas Rizky.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani, menguatkan bahwa masalah kesehatan di Garut bukan hanya soal minimnya dokter spesialis. Kondisi puskesmas pun masih jauh dari ideal. Saat ini, Garut memiliki 9 rumah sakit dan 67 puskesmas. Namun, hanya 15 puskesmas atau 22,39 persen yang memenuhi standar lama dengan sembilan jenis tenaga kesehatan.

“Dengan peraturan baru yang mensyaratkan 13 jenis tenaga kesehatan, belum ada satu pun puskesmas di Garut yang memenuhi syarat tersebut,” kata Leli.

Leli menambahkan bahwa pemerintah daerah perlu berfokus tidak hanya pada jumlah tenaga kesehatan, tetapi juga kualitas layanan dan pemerataan distribusi. “Kalau jumlah tenaga medis ada, tapi distribusinya tidak merata, tetap saja masyarakat di pelosok sulit mendapatkan layanan,” ujarnya.

BACA JUGA: Mohamad Ijudin Reses di Saguling Serap Aspirasi Warga 

Warga Garut pun menyambut baik adanya rencana kerja sama dengan UNPAD. Mereka berharap layanan kesehatan di daerah dapat meningkat. “Kami berharap ke depan lebih banyak dokter spesialis yang ditempatkan di Garut. Kalau sekarang, mau berobat saja kadang harus jauh-jauh ke Bandung,” ungkap salah seorang warga.

Persoalan kekurangan tenaga kesehatan di Garut menjadi cerminan betapa pentingnya kebijakan yang terarah dan berkelanjutan di sektor kesehatan. Jika tidak segera diatasi, kualitas layanan medis akan terus tertinggal, sementara jumlah penduduk terus bertambah.

Melalui rencana kerja sama dengan UNPAD, Pemkab Garut mencoba menyiapkan fondasi jangka panjang untuk memastikan warganya mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Namun, semua pihak menilai, kerja sama saja tidak cukup. Dibutuhkan komitmen, perencanaan matang, dan eksekusi berkelanjutan agar kesehatan masyarakat Garut benar-benar meningkat. (Liklik, ungkapsebab.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *