Juni 12, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Milan Gong Perdamaian Tatar Galuh Sebagai Tanah Perdamaian

 

ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Semangat melestarikan warisan budaya leluhur terus digaungkan oleh tokoh adat dan masyarakat Tatar Galuh. Salah satu langkah konkret dalam upaya ini adalah penetapan Milad Gong Perdamaian Dunia yang akan diperingati setiap 9 September, sebagai simbol penghormatan terhadap nilai-nilai damai yang diwariskan oleh leluhur Kerajaan Galuh.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menegaskan komitmennya untuk menjaga dan mempertahankan Tatar Galuh dari berbagai ancaman, baik secara fisik maupun nonfisik. Ia menyampaikan bahwa warga Galuh memiliki kewajiban moral dan budaya untuk menjaga kehormatan tanah leluhurnya. Selasa, (09/09/2025).

“Warga Galuh wajib menjaga Tatar Galuh. Jika ada yang mengganggu dengan cara-cara kekerasan, maka kita wajib mempertahankannya,” tegas Herdiat

Namun demikian, Herdiat juga menegaskan bahwa segala tindakan tetap akan mengikuti arahan Adipati, sesuai dengan tatanan adat Galuh. Dalam struktur adat, adipati merupakan satu-satunya tokoh yang memiliki kewenangan memberikan perintah atau komando. Herdiat menyampaikan bahwa dirinya belum menyandang gelar Adipati, namun berharap tetap bisa dipercaya menjadi Prameswari, pendamping setia dalam menjaga tatanan adat.

Dalam kesempatan tersebut, dukungan juga disampaikan oleh Abah Anton Kangnjendral yang menyatakan kesiapan Gong Perdamaian Nusantara untuk membangun semangat perdamaian di seluruh penjuru negeri. Langkah ini disambut positif oleh seluruh elemen masyarakat yang hadir dalam kegiatan peringatan tersebut.

Sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah, pemerintah dan masyarakat Galuh berinisiatif membuat prasasti Mupulung Rahi, sebagai penanda sejarah penting. Prasasti ini akan menjadi pengingat bahwa Galuh adalah tanah yang menjunjung tinggi nilai cinta damai, serta menghormati warisan budaya leluhur.

“Ini adalah bentuk nyata bahwa kita tidak melupakan akar budaya dan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para pendahulu,” tambah Herdiat.

Masyarakat Tatar Galuh diketahui memiliki warisan budaya berupa Mupulung Rahi, yaitu sepuluh perjanjian damai yang diciptakan untuk menjaga keharmonisan dan mencegah konflik. Nilai-nilai yang terkandung dalam perjanjian tersebut sangat relevan untuk diterapkan di Indonesia saat ini, terlebih di tengah kondisi keamanan nasional yang sedang diuji.

BACA JUGA: Pelestarian Budaya Sunda Desa Saguling Perkuat Identitas Lokal 

Peringatan tahunan Milad Gong Perdamaian Dunia bukan hanya sekadar seremonial, tetapi menjadi komitmen bersama untuk terus menjaga kerukunan sosial dan stabilitas nasional. Dari Ciamis, semangat cinta damai diharapkan menyebar ke seluruh penjuru negeri.

Sementara itu, rencana kehadiran salah satu tokoh penting dalam kegiatan ini terpaksa dibatalkan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Meskipun pesawat telah disiapkan, keberangkatan harus ditunda karena adanya agenda mendesak di Bogor pada pukul 15.00 WIB. (Sari, ungkapsebab.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *