Disnaker Ciamis Latih 25 Warga Bangunharja Tata Boga
ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Ciamis menggelar pelatihan keterampilan berbasis kompetensi di bidang tata boga untuk 25 warga Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga. Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk membuka peluang kerja sekaligus mendorong kemandirian usaha.
Kepala Disnaker Ciamis, Dase Fadlil Yusdy Mubarak, melalui Sekretaris Disnaker Solihin, menyampaikan bahwa pelatihan dibuka Selasa (12/8/2025) di Aula Balai Dusun Kertaharja. Ia menegaskan, program ini dirancang sesuai standar industri dan mengacu pada klaster kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
“Pelatihan ini kami adakan untuk memberi bekal keterampilan yang benar-benar dibutuhkan di dunia kerja, sekaligus membuka peluang wirausaha bagi peserta,” ujar Solihin.
Bidang tata boga, lanjutnya, dipilih karena memiliki potensi besar di sektor usaha kecil menengah (UKM), perhotelan, maupun jasa boga. Disnaker menghadirkan instruktur berpengalaman untuk membimbing peserta secara teori dan praktik. “Kami ingin hasilnya konkret. Peserta harus mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh,” tegasnya.
Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan melahirkan pelaku usaha kuliner baru. Solihin menjelaskan, keterampilan di bidang tata boga bisa menjadi modal untuk membuka usaha rumahan, katering, atau memproduksi makanan kemasan bernilai jual tinggi. Ia menekankan, keberhasilan program membutuhkan dukungan semua pihak.
“Partisipasi pemerintah desa dan masyarakat sangat menentukan semangat peserta,” katanya.
Kepala Desa Bangunharja, Carikin, menilai program ini sangat bermanfaat. Ia menyebut ada dua sasaran utama: membantu warga masuk dunia kerja atau mendorong mereka membuka usaha sendiri.
“Yang terpenting, warga memiliki kemampuan mengembangkan diri demi kesejahteraan mereka,” ujarnya.
BACA JUGA: Merah Putih Berukuran Besar Semarakkan Pusat Kota Ciamis
Carikin menambahkan, seluruh peserta adalah warga asli Bangunharja. Ia berharap keterampilan yang diperoleh tidak hanya berhenti di ruang pelatihan, tetapi benar-benar digunakan.
Dase Fadlil menegaskan, pelatihan ini bukan acara seremonial. “Ilmu harus dipraktikkan. Kami ingin peserta pulang dengan keterampilan yang bisa dipakai untuk mencari nafkah,” pungkasnya.
Melalui program ini, pemerintah daerah berupaya menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Disnaker mengimbau masyarakat yang berminat untuk mengikuti program serupa agar aktif memantau informasi resmi dari dinas atau pemerintah desa setempat. (Sari, ungkapsebab.com)
