Pemilihan MOKA Meriahkan HUT ke-43 Desa Karyamukti Ciamis
ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Peringatan Hari Jadi Desa Karyamukti ke-43 yang jatuh pada awal Agustus 2025 berlangsung semarak. Pemerintah Desa Karyamukti, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, menggelar berbagai kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi masyarakat. Salah satu agenda utama yang paling menyita perhatian publik adalah ajang Pemilihan Mojang Jajaka dan Fashion Show yang diselenggarakan, di Lapang Pangangonan pada Sabtu (02/08/2025).
Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan pemuda-pemudi asli Desa Karyamukti yang tampil percaya diri menampilkan kreativitas, kecakapan, dan wawasan kebudayaan. Tidak sekadar mengenakan busana tradisional dan modifikasi, para peserta juga diuji kemampuannya dalam menjawab pertanyaan seputar kebudayaan lokal, wawasan umum, serta kepribadian mereka.
Menurut panitia pelaksana, ajang Mojang Jajaka ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Sunda. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana pengembangan potensi diri, melatih mental, dan membentuk karakter positif bagi para peserta.
Ari Angga Riyanto, tokoh muda Kecamatan Banjaranyar yang juga bertindak sebagai salah satu dewan juri, menilai bahwa kegiatan semacam ini merupakan strategi yang efektif untuk pelestarian budaya daerah. Ia mengungkapkan bahwa para peserta tidak hanya dinilai dari segi penampilan, tetapi juga dari cara mereka menyampaikan gagasan dan menjawab pertanyaan dengan logis dan berbobot.
“Menjadi Mojang Jajaka bukan hanya soal fisik dan busana. Kami juga melihat bagaimana peserta memahami nilai-nilai budaya lokal dan mampu menyampaikannya dengan percaya diri,” kata Ari saat ditemui di sela kegiatan.
Ia menambahkan, kegiatan ini sangat bermanfaat karena secara tidak langsung menanamkan kebanggaan terhadap identitas lokal di kalangan generasi muda. Ari juga mengaku bangga bisa ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut sebagai juri sekaligus motivator bagi para peserta.
“Generasi muda harus punya panggung untuk menunjukkan jati dirinya, dan kegiatan seperti ini bisa menjadi media yang positif,” ujarnya.
Ari pun berharap kegiatan semacam ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kecamatan Banjaranyar, bahkan di seluruh Kabupaten Ciamis. Ia mengusulkan agar Pemilihan Mojang Jajaka bisa menjadi agenda tahunan di tingkat kabupaten sebagai ajang pencarian duta budaya dan pelestari warisan lokal.
Sementara itu, Kepala Desa Karyamukti, Andry Suwandi, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari tagline desa, yaitu Ngahiji, Ngajadi, Karyamukti Mandiri. Tagline tersebut mencerminkan semangat persatuan, kerja sama, dan kemandirian dalam membangun desa yang lebih maju.
“Kami ingin menciptakan generasi muda yang tidak hanya unggul secara penampilan, tapi juga punya pengetahuan luas dan semangat membangun desa,” ujar Andry saat membuka acara.
Menurutnya, pembangunan desa tidak bisa hanya bergantung pada infrastruktur fisik. Aspek sumber daya manusia, terutama generasi muda, harus menjadi prioritas utama. Ia meyakini bahwa investasi dalam bidang sosial dan budaya akan membawa dampak jangka panjang yang positif.
“Desa yang maju adalah desa yang masyarakatnya aktif, peduli, dan memiliki rasa memiliki yang tinggi terhadap lingkungannya,” tambahnya.
BACA JUGA: Mahasiswa UPI Tasikmalaya Gelar Public Festival KKN
Andry juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga Desa Karyamukti yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Hari Jadi ke-43 ini. Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan mempererat kebersamaan dalam membangun desa.
“Mari kita jadikan peringatan ini sebagai refleksi dan momentum untuk terus berbenah, memperkuat solidaritas, dan menyiapkan generasi yang berkualitas,” pungkasnya.
Peringatan Hari Jadi Desa Karyamukti ke-43 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan pemberdayaan yang mampu mengangkat nilai-nilai budaya lokal. Antusiasme warga dan semangat para peserta menunjukkan bahwa kebudayaan daerah masih menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat, terutama di tengah gempuran budaya luar yang begitu cepat masuk. (Redaksi, ungkapsebab.com)
