Juni 12, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Petani Banjaranyar Tanam Padi Gogo di Lahan Kering

 

ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Upaya meningkatkan ketahanan pangan terus digalakkan di Kabupaten Ciamis. Salah satu langkah konkret dilakukan oleh para petani di Kecamatan Banjaranyar yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) BHF, dengan mulai menanam padi gogo di lahan kering.

Padi gogo merupakan jenis padi yang dapat tumbuh di lahan tadah hujan dan biasa digunakan sebagai tanaman sela. Melalui metode tumpang sari, Poktan BHF memadukan penanaman padi gogo dengan tanaman kopi sebagai bentuk optimalisasi pemanfaatan lahan perkebunan yang selama ini belum digarap maksimal.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Dusun Bulaksitu, Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar. Lahan yang digunakan masih bersifat percontohan (demplot) dengan luas sekitar satu hektar. Langkah ini menjadi awal dari semangat besar petani setempat untuk membuktikan bahwa lahan kering pun bisa produktif.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Banjaranyar, Ujang Darsono, menjelaskan bahwa penanaman padi gogo saat ini baru dilakukan oleh satu kelompok, namun dua kelompok tani lainnya telah menyatakan kesiapan untuk menyusul.

“Luas lahan yang dapat dimanfaatkan secara keseluruhan mencapai sekitar 30 hektar. Sekarang baru dimulai di demplot Poktan BHF seluas satu hektar, dan kemungkinan dalam waktu dekat dua kelompok lain juga akan memulai penanaman,” ujar Ujang, Senin (16/06/2025).

Ia menambahkan bahwa proses penanaman padi gogo tergolong cukup mudah dan tidak memerlukan sistem irigasi teknis. Jarak tanam ideal yaitu 20 x 20 cm dan dilakukan dengan cara melubangi tanah menggunakan tugal, lalu memasukkan 2 hingga 3 butir benih ke dalam setiap lubang, kemudian ditutup kembali dengan tanah.

“Jenis padi gogo ini bisa dipanen paling cepat dalam waktu empat bulan. Dibandingkan padi sawah, memang lebih lama sekitar sepuluh hari, tetapi hasilnya tetap menjanjikan jika dilakukan dengan tepat,” jelasnya.

Langkah ini mendapat perhatian dari Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis. Kepala Bidang Penyuluhan, Novy Nuryanti, mengatakan bahwa penanaman padi gogo merupakan bagian dari strategi normalisasi lahan kering. Menurutnya, penanaman padi tidak harus selalu di sawah.

“Penanaman padi gogo ini sudah dimulai di tiga kecamatan, yaitu Banjaranyar, Banjarsari, dan Panjalu. Tujuannya untuk memanfaatkan lahan kering yang selama ini tidak tergarap. Jadi, kita ingin meningkatkan produksi padi dari lahan-lahan yang dulunya dianggap tidak bisa ditanami padi,” terangnya.

Novy juga menekankan bahwa padi gogo bisa menjadi solusi dalam menghadapi perubahan iklim yang mempengaruhi ketersediaan air. Dengan adanya alternatif penanaman ini, lahan kering diharapkan bisa menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah.

Camat Banjaranyar, Aman, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada para petani yang mulai memanfaatkan lahan-lahan kosong untuk menanam padi.

“Kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah dalam upaya peningkatan ketahanan pangan. Kita ingin petani tidak hanya bergantung pada sawah. Kalau ada lahan mati atau lahan perkebunan yang tidak dipakai, kenapa tidak dimanfaatkan untuk menanam padi gogo?” kata Aman.

Ia juga berharap para petani di wilayahnya bisa lebih kreatif dan berinovasi dalam mengelola potensi pertanian. Menurutnya, lahan kering yang selama ini dibiarkan terbengkalai bisa menjadi peluang besar jika dimanfaatkan dengan tepat.

BACA JUGA: Polres Banjar Gelar Bakti Sosial Sambut Hari Bhayangkara

“Kalau semua kelompok tani kompak dan didukung oleh penyuluh pertanian, saya optimis Banjaranyar bisa menjadi pelopor pertanian padi gogo di Kabupaten Ciamis,” tambahnya.

Melalui sinergi antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan para petani, penanaman padi gogo di lahan kering diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal. Inisiatif dari Poktan BHF ini pun menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dalam bertani mampu menjawab tantangan zaman. (Hendra, ungkapsebab.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *