April 24, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Pasanggiri Ujang Nyai ke-8, Tanamkan Budaya Sunda Sejak Dini

 

Ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Upaya pelestarian budaya lokal terus dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Ciamis. Salah satunya terlihat dari gelaran Pasanggiri Ujang Nyai ke-8 tahun 2025 yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Rabu (5/6/2025). Ajang ini menjadi wadah edukatif untuk mengenalkan nilai-nilai adat dan budaya Sunda kepada anak-anak sejak usia dini.

Pasanggiri Ujang Nyai ini diikuti oleh peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP. Mereka tampil mengenakan busana adat Sunda dengan sikap dan tutur kata yang mencerminkan sopan santun khas budaya lokal.

Selain menampilkan penampilan fisik, ajang ini juga menekankan nilai-nilai moral, seperti rasa hormat kepada orang tua, tata krama, serta semangat menjaga warisan leluhur.

Ketua Penyelenggara dari Sanggar Kresida Gerak Mentasi menjelaskan bahwa Pasanggiri ini bukan sekadar lomba, tetapi juga bagian dari proses pendidikan karakter dan pembentukan mentalitas anak dalam lingkup budaya.

“Kami berharap Pasanggiri Ujang Nyai ke-8 ini bisa menjadi sarana pembinaan sejak dini. Anak-anak perlu dikenalkan dengan budaya daerah agar mereka tidak kehilangan jati diri di tengah arus globalisasi yang makin kuat,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam menyiapkan generasi muda untuk ajang serupa di tingkat Provinsi Jawa Barat. “Ini juga sebagai persiapan menuju kompetisi Ujang Nyai dan Moka Alit tingkat Jawa Barat. Kami ingin anak-anak Ciamis tampil percaya diri dan membanggakan,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga mengajak orang tua agar turut mendukung dan mendorong anak-anak mereka untuk aktif dalam kegiatan yang menanamkan nilai positif seperti ini. “Dukungan orang tua itu penting. Kalau sejak kecil anak dibiasakan mengenal budaya dan berperilaku baik, insyaallah mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang berbakti, sopan, dan berguna,” ujarnya.

Pasanggiri ini juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-383. Dengan begitu, kegiatan ini tidak hanya memiliki makna edukatif, tetapi juga simbol kebanggaan terhadap identitas daerah. Masyarakat Ciamis, terutama para orang tua dan guru pendamping, menyambut positif pelaksanaan acara ini.

Salah seorang guru pendamping dari peserta tingkat sekolah dasar menyatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat membantu proses pembentukan karakter anak di luar ruang kelas.

“Ini pengalaman yang luar biasa bagi anak-anak. Mereka belajar tampil percaya diri, menghargai adat, serta memahami pentingnya sopan santun. Semoga kegiatan ini terus berlanjut setiap tahun,” ujarnya.

Selama acara berlangsung, para peserta tampil satu per satu dengan mengenakan busana adat Sunda, memperagakan cara berjalan, menyapa dengan ramah, dan menjawab pertanyaan juri seputar adat dan budaya. Penilaian tidak hanya fokus pada penampilan, tetapi juga pada sikap, cara berbicara, serta pemahaman peserta tentang nilai-nilai tradisi Sunda.

Para pemenang dari masing-masing kategori usia nantinya akan diseleksi untuk mewakili Kabupaten Ciamis di tingkat Provinsi Jawa Barat. Hal ini diharapkan menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus belajar dan mengembangkan potensi mereka di bidang seni budaya.

Panitia berharap, ke depan, Pasanggiri Ujang Nyai ini bisa mendapat dukungan lebih luas dari pemerintah daerah maupun masyarakat umum, agar kegiatan pembinaan budaya terhadap anak-anak dan remaja bisa berjalan secara berkesinambungan.

BACA JUGA : Gerkatin Jadi Wadah Inklusif dan Produktif Bagi Tunarungu

“Pasanggiri ini bukan hanya seremonial, tapi bentuk nyata dalam menciptakan generasi muda yang berbudaya, berakhlak, dan menghormati nilai-nilai luhur,” pungkas Ketua Penyelenggara.

Dengan semangat pelestarian budaya dan pendidikan karakter, Pasanggiri Ujang Nyai ke-8 ini menjadi bukti bahwa upaya menjaga warisan leluhur bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan mendidik. Anak-anak tidak hanya diajak tampil, tetapi juga diajarkan untuk memahami siapa diri mereka dan dari mana mereka berasal. (Redaksi, Ungkapsebab.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *