April 24, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

KH. Arief Ismail Chowas, Idul Adha Adalah Penguatan Spiritual

ungkapsebab.com.BERITA CIAMIS. Idul Adha tak hanya berbicara soal ibadah dan penyembelihan hewan kurban. Lebih dari itu, Hari Raya besar umat Islam ini menjadi momentum penting dalam memperkuat dimensi spiritual dan solidaritas sosial.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ciamis, KH. Arief Ismail Chowas, saat ditemui di kantor PCNU Ciamis, Rabu (21/05/2025).

Refleksi Keteladanan dan Ketaatan dalam Sejarah Islam

Menurut KH. Arief, Idul Adha memiliki akar sejarah yang mendalam dalam Islam, yaitu pengorbanan besar Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sebagai bentuk ketundukan mutlak terhadap perintah Allah SWT. Ia menegaskan bahwa kisah tersebut bukan sekadar narasi keagamaan, melainkan refleksi nyata dari ketaatan, keikhlasan, serta kesabaran seorang hamba.

“Peristiwa ini mengajarkan bahwa keimanan harus diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata. Ketika Nabi Ibrahim bersedia menyembelih putranya demi perintah Allah, itu adalah puncak ketundukan seorang hamba,” ujar KH. Arief.

Kurban sebagai Wujud Kepedulian Sosial

Lebih dari dimensi spiritual, KH. Arief juga menyoroti aspek sosial dari ibadah kurban. Ia menyebutkan bahwa penyembelihan hewan kurban bukan sekadar simbolis, tetapi menjadi sarana pemerataan kesejahteraan melalui distribusi daging kepada masyarakat kurang mampu.

“Berbagi daging kurban adalah bentuk solidaritas sosial yang diajarkan dalam Islam. Ini momentum yang harus dimaksimalkan untuk memperkuat rasa kepedulian terhadap sesama,” jelasnya.

PCNU Ciamis sendiri, lanjut KH. Arief, setiap tahunnya rutin menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban. Tahun ini, panitia telah menyiapkan sedikitnya lima ekor sapi dan sejumlah kambing yang akan disembelih secara bertahap selama tiga hari, mulai dari 10 hingga 12 Dzulhijjah.

Layanan Kurban dan Peran Umat

KH. Arief juga menyampaikan bahwa PCNU Ciamis membuka layanan titip kurban bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa seluruh proses kurban dilakukan sesuai ketentuan syariat Islam dan diawasi langsung oleh tim yang kompeten dalam bidang fiqih.

“Kami membuka pintu bagi masyarakat yang ingin menyalurkan hewan kurbannya melalui PCNU. Semuanya kami lakukan dengan transparan dan sesuai hukum Islam,” ungkapnya.

BACA JUGA: bupati-ciamis-lantik-184-kepala-sekolah-sd-dan-smp/

Harapan untuk Pemerintah dan Masyarakat

Menanggapi dukungan pemerintah daerah, KH. Arief mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian mengenai bantuan hewan kurban dari Pemda. Meski begitu, ia tetap optimis bahwa semangat kolaborasi antara ormas Islam dan pemerintah akan terus terjalin.

KH. Arief berharap Idul Adha kali ini dapat memperkuat tiga pilar penting dalam kehidupan berbangsa dan beragama: ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan kemanusiaan).

“Semoga Idul Adha tahun ini menjadi ajang memperkuat kebersamaan, memperdalam empati, serta meneguhkan persatuan dan kedamaian bangsa,” pungkasnya. (Acip/ungkapsebab.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *