April 24, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Aksi Tanam Pohon Pisang, Warga Tuntut Perbaikan

ungkapsebab.com, BERITA BANJAR.  Warga Dusun Cipariuk, Desa Neglasari, Kota Banjar, menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi jalan yang rusak parah melalui aksi protes yang tak biasa. Mereka menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai simbol bahwa jalan tersebut seolah sudah menjadi “kebun” karena tak tersentuh perbaikan selama bertahun-tahun.

Jalan penghubung antara Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis itu kini dalam kondisi rusak berat. Lubang besar, genangan air, hingga bebatuan yang berserakan membuat jalan tidak hanya sulit dilalui, tapi juga berbahaya. Warga menyebut, sudah banyak kecelakaan terjadi di jalan tersebut, bahkan hingga menelan korban jiwa.

Salah satu pengurus RT Dusun Cipariuk, Iyan Herdiyana, menegaskan bahwa aksi ini bukan tanpa alasan. Ia mengatakan bahwa warga sudah terlalu lama bersabar menunggu tindakan nyata dari pemerintah.

“Ini bentuk protes kami karena merasa diabaikan. Jalan ini rusak sudah lama, dan kami sudah sering sampaikan keluhan melalui musrenbang. Tapi hasilnya nihil,” ujar Iyan pada Selasa (13/05/2025).

Iyan juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah beberapa kali mendatangi Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Banjar. Namun, yang diterima hanya jawaban normatif soal pengukuran rutin yang dilakukan setiap tahun. Ia mengaku bingung karena meski pengukuran dilakukan, tak pernah ada realisasi pembangunan.

“Jawaban mereka selalu soal pengukuran. Tapi dari tahun ke tahun, jalan ini tetap saja rusak. Terakhir diperbaiki tahun 2019. Setelah itu? Tidak ada apa-apa,” katanya.

Jalan Vital, Tapi Terabaikan

Warga lainnya, Bakin Kusdiyana, menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai abai terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Ia menyebut bahwa jalan tersebut tidak hanya menjadi jalur ekonomi, tapi juga jalur pendidikan karena banyak pelajar dari Kabupaten Ciamis yang bersekolah di Kota Banjar.

“Jalan ini punya fungsi penting. Tapi entah kenapa seperti dibiarkan. Kami sudah capek menunggu janji,” tegas Bakin dengan nada kecewa.

Bakin juga menilai, pemerintah terlalu lamban dan tidak responsif. Ia menyebutkan bahwa protes ini merupakan bentuk keputusasaan warga karena tidak tahu lagi harus menyampaikan aspirasi ke mana. Menurutnya, suara rakyat seharusnya menjadi prioritas pemerintah.

BACA JUGA: PDIP Banjar Satukan Barisan Sambut Kongres

Harapan Warga: Pemerintah Dengar dan Bertindak

Warga Dusun Cipariuk berharap aksi tanam pohon pisang ini membuka mata pemerintah. Mereka tidak menuntut proyek besar atau janji politik, melainkan tindakan nyata berupa perbaikan jalan yang sudah lama rusak.

“Jangan tunggu ada korban lagi baru diperbaiki. Pemerintah harusnya peka dan peduli,” ujar Iyan.

Kini, masyarakat Cipariuk menunggu respons dari Pemerintah Kota Banjar. Mereka berharap tidak hanya dijanjikan, tapi diberikan bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan bertanggung jawab atas infrastruktur dasar warganya. (Johan/ungkapsebab.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *