April 24, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Drainase Rusak di Tengah Kawasan Publik

ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS.  Satu alur sungai atau drainase yang membentang di belakang kantor Dinas Bappenda saat ini tengah menjadi sorotan. Bukan tanpa sebab, alur air tersebut mengalami penyempitan drastis, bahkan di beberapa titik sudah terjadi pelongsoran tanah. Yang lebih memprihatinkan, bangunan di sekitar lokasi itu mulai menunjukkan tanda-tanda keretakan.

“Sudah ada pelongsoran seperti ini, dan bangunannya mulai retak-retak,” ujar Andi Alifikri saat meninjau lokasi, pada Sabtu (10/05/2025). Ia menyebut kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, karena sangat berpotensi menjadi sumber bencana yang lebih besar di kemudian hari.

Banjir dan Longsor: Ancaman Nyata

Penyempitan saluran air yang semula diduga memiliki lebar lebih dari 12 meter kini hanya menyisakan celah sempit. Ketika curah hujan tinggi datang, air tak mampu mengalir dengan lancar. Inilah yang disebut Andi sebagai ancaman serius yang bisa berujung pada banjir, longsor, dan kerusakan lingkungan di area penting pemerintahan.

Menurut Andi, bila tidak segera ditangani, satu “urat air” ini bisa berdampak panjang bagi wilayah sekitarnya. “Kalau ini didiamkan, akan berdampak pada kerusakan alam, satu, longsor, bencana, dan lain-lain,” katanya tegas.

Bangunan Tanpa Dokumen Resmi

Dalam peninjauan di lapangan, ditemukan satu bangunan yang berdiri tepat di atas alur sungai yang menyempit. Lebih parah lagi, bangunan tersebut diduga tidak memiliki dokumen resmi seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Bangunan ini sekiranya liar dan tidak punya dokumen yang jelas, ini lebih baik diruntuhkan. Dikembalikan dan dinormalisasikan kembali,” kata Andi.

Pernyataan ini menggambarkan sikap tegas terhadap bangunan yang menghambat fungsi ekologis dan infrastruktur publik. Ia menegaskan, tidak ada kompromi jika menyangkut keselamatan bersama dan keberlangsungan sistem drainase kota.

Tuntutan Aksi Nyata dari Pemerintah

Kondisi ini sudah dibawa ke ranah legislatif melalui audiensi ke Komisi C DPRD. Namun, publik menunggu langkah konkret dari pihak eksekutif. Penanganan darurat seperti ini seharusnya tidak memerlukan waktu lama. Terlebih, tanda-tanda awal bencana sudah mulai tampak.

BACA JUGA: BAZNAS Ciamis Salurkan 50 Terpak ke BPBD

Andi menekankan, “Harapannya ini ditindaklanjuti. Tidak perlu lama-lama, karena ini memang perlu tindakan cepat, sebelum nanti ada sesuatu yang kita tidak duga dan menyalahkan semuanya.”

Drainase bukan sekadar aliran air. Ia adalah urat nadi kehidupan kota. Ketika satu jalur tersumbat atau terganggu, maka yang lain ikut terdampak. Pemerintah, pemilik bangunan, dan seluruh pemangku kepentingan harus menyadari hal ini.

Waktunya bertindak. Sebelum air meluap, tanah longsor, dan jari telunjuk saling menyalahkan. Karena bencana tidak datang tiba-tiba, ia selalu diawali oleh pembiaran yang terlalu lama. (Eddy/ungkapsebab.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *