April 24, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Cirebon Akhiri Kesenjangan Dunia Pendidikan

ungkapsebab.com, BERITA CIREBON.  Pemerintah Kabupaten Cirebon resmi meluncurkan Program Sekolah Unggulan pada Selasa, (06/05/2025). Bertempat di SMP Negeri 1 Dukupuntang, peluncuran ini menjadi tonggak baru dalam upaya pemerataan kualitas pendidikan di wilayah Cirebon, dari pusat kota hingga pelosok desa.

Bupati Cirebon, Imron, dalam pidatonya ia berkata, “Mulai hari ini, kita ubah cara pandang. Sekolah unggulan bisa lahir dari mana saja, dari kota maupun desa, dari pusat maupun pinggiran.”

Pernyataan tersebut menyentil kondisi lama, di mana status “unggulan” kerap hanya disematkan pada sekolah-sekolah elite di pusat kota. Imron memandang kondisi itu sebagai bentuk ketidakadilan sistemik yang memperlebar jurang mutu pendidikan antarwilayah.

Lewat program ini, pemerintah daerah ingin menunjukkan bahwa kualitas bukan hak eksklusif satu kelompok tertentu.

Sembilan Sekolah Awal: Simbol dan Strategi

Sebagai langkah awal, sembilan sekolah ditunjuk sebagai percontohan: tiga SMP dan enam SD dari tiga zona wilayah. SMPN 1 Dukupuntang dipilih mewakili wilayah barat sekaligus menjadi lokasi peluncuran. Pemilihan ini disebut Imron sebagai pesan simbolis bahwa kualitas pendidikan juga bisa tumbuh di wilayah perbatasan, bukan hanya di jantung kota.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, menambahkan bahwa penetapan sekolah tidak dilakukan sembarangan. Ia menuturkan, “Seleksi dilakukan secara internal, lalu ada survei lapangan, dan terakhir verifikasi. Ini program strategis, bukan tempelan atau proyek pencitraan.”

Dengan kata lain, sekolah unggulan tidak lagi ditentukan oleh gengsi atau lokasi, melainkan oleh kesiapan dan potensi untuk berkembang.

Lebih dari Sekadar Akademik

Bukan hanya soal nilai dan rangking, Pemkab Cirebon juga menekankan pentingnya pendidikan karakter. Imron menegaskan bahwa guru harus menjadi ujung tombak. “Anak-anak harus dididik bukan hanya agar pintar, tapi juga berakhlak baik. Maka dari itu, guru harus bisa jadi teladan,” katanya.

Pernyataan ini penting mengingat krisis keteladanan yang sering muncul di dunia pendidikan. Pendidikan karakter tidak bisa diserahkan pada kurikulum semata, tetapi membutuhkan sosok inspiratif di dalam kelas.

BACA JUGA: Percepat PAD Dishub Ciamis Optimalkan Parkir

Tantangan dan Tanggung Jawab Bersama

Meski program ini patut diapresiasi, namun tantangannya masih besar. Pemerataan fasilitas, peningkatan kompetensi guru, serta komitmen semua pemangku kebijakan akan menjadi ujian nyata. Label “unggulan” tidak akan berarti jika hanya berhenti di papan nama atau piagam simbolis.

Ronianto berharap program ini bisa menular. “Sekolah unggulan ini harus jadi lokomotif perubahan,” ujarnya. Ia juga menyatakan bahwa Pemkab akan memperluas cakupan program ke seluruh kecamatan agar tidak ada wilayah yang tertinggal. (Fi Anggara/ungkapsebab.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *