FLS2N Kawali, Bukan Ajang Lomba Biasa
ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kecamatan Kawali kembali digelar dengan meriah di Gedung KGK Desa Kawali, pada Senin, (21/04/2025). Ratusan siswa dari berbagai SD negeri se-Kecamatan Kawali turut ambil bagian dalam ajang tahunan ini. Mereka menampilkan berbagai kreasi seni, mulai dari tari, puisi, hingga cerita pendek.
Meski berbalut kompetisi, kegiatan ini sejatinya merupakan bagian dari pembentukan karakter dan penumbuhan keberanian siswa sejak dini. FLS2N adalah ruang ekspresi yang layak dijaga keberlangsungannya.
Ajang Gali Bakat dan Mental Bertumbuh
Ketua pelaksana kegiatan, Drs. Endang, menyampaikan bahwa FLS2N bukan hanya soal menang dan kalah. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan potensi yang selama ini belum terlihat.
“Alhamdulillah, tahun ini antusiasme peserta luar biasa. Mereka menampilkan karya dengan penuh percaya diri. Ini membuktikan bahwa anak-anak kita punya potensi besar di bidang seni,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kegiatan semacam ini untuk melatih mental anak agar lebih siap tampil di depan umum. Menurutnya, banyak siswa yang justru lebih berani dan percaya diri setelah mengikuti ajang seperti FLS2N.
Sorotan terhadap Kesenjangan Fasilitas
Di balik suksesnya acara, muncul sorotan terhadap kesenjangan fasilitas antar sekolah. Beberapa sekolah mengaku kesulitan mempersiapkan siswanya secara optimal karena keterbatasan sarana latihan dan pendampingan.
Seorang guru dari sekolah di wilayah pinggiran Kawali mengungkapkan bahwa mereka tidak memiliki ruang khusus untuk latihan seni. Ia berkata, “Kami latihan di ruang kelas yang disulap jadi tempat menari. Alat musik pun pinjam dari sekolah lain.”
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan tentang keadilan dan pemerataan akses terhadap pendidikan seni. Jika kegiatan seperti FLS2N ingin memberikan dampak yang merata, maka perhatian terhadap fasilitas dan pendampingan di tiap sekolah menjadi keharusan, bukan pilihan.
Peran Guru yang Tak Bisa Diabaikan
Kegiatan ini tak lepas dari peran besar para guru pembimbing yang bekerja di balik layar. Mereka menjadi pelatih sekaligus motivator bagi siswa. Guru dan pelatih tari dari SDN 1 Margamulya, Yustika, S.Pd.I, menyampaikan bahwa proses latihan dilakukan hampir setiap hari sepulang sekolah.
“Siswa-siswi kami sangat semangat. Meski lelah, mereka tetap antusias karena ingin membawa nama baik sekolah,” jelasnya.
Ia juga berharap ke depannya ada dukungan lebih dari pihak sekolah dan pemerintah, terutama dalam hal fasilitas dan pembinaan seni secara berkelanjutan.
BACA JUGA: Kejaksaan Negeri Banjar Tahan Tersangka Korupsi Anggaran DPRD
Perlu Evaluasi Serius untuk Masa Depan
Meski acara berjalan lancar dan penuh semangat, beberapa orang tua peserta menyarankan agar jadwal tampil tidak terlalu padat agar siswa tidak kelelahan. Panitia pun diharapkan lebih selektif dalam memilih juri yang kompeten dan netral.
FLS2N memang menjadi momen penting, namun harus terus dievaluasi dari segi teknis maupun substansi. Jangan sampai semangat anak-anak dalam berkarya justru terganggu oleh kurangnya persiapan teknis atau ketidakadilan dalam pelaksanaan.
Jika dikelola dengan baik dan profesional, FLS2N bisa menjadi tonggak pembentukan karakter generasi muda yang kreatif, percaya diri, dan mencintai budaya bangsa. (Ayep/ungkapsebab.com)
