Juni 12, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Pemkab Ciamis Resmikan Foodpad, Pro Kontra

ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS.  Pemerintah Kabupaten Ciamis resmi meluncurkan Pusat Kuliner Alun-Alun sebagai bagian dari lanjutan program penataan kawasan alun-alun. Proyek yang telah berjalan bertahap sejak beberapa tahun terakhir ini kini memasuki fase penting, yaitu relokasi pedagang kaki lima (PKL) ke lokasi baru yang diklaim lebih tertata, bersih, dan representatif. Pada Rabu, (16/04/2025).

Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Ciamis dan menjadi titik balik bagi ratusan PKL yang selama ini menggantungkan hidupnya di sekitar alun-alun. Pihak Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (KUKMP) Kabupaten Ciamis menyatakan bahwa penataan ini bukan sekadar pemindahan lokasi, tapi bagian dari strategi jangka panjang untuk membenahi wajah kota dan meningkatkan pendapatan daerah.

135 PKL Direlokasi, 99 Booth untuk Kuliner

Kepala Bidang Perdagangan Dinas KUKMP, Asep Sulaeman, mengatakan bahwa proses pendataan sudah dilakukan sejak penataan tahap pertama. Ia menjelaskan, “Ada lima kelompok besar PKL yang kami data, termasuk mereka yang berada di bawah billboard, PKL 27, hingga PKL di area air mancur dan jalan utama.”

Dari 135 PKL yang terdata, 99 di antaranya merupakan pedagang makanan dan minuman. Sisanya adalah penyedia wahana hiburan anak-anak seperti pancingan dan aktivitas menggambar. Mereka yang mendapatkan prioritas relokasi adalah PKL kuliner yang telah lama berdagang dan memiliki perlengkapan seperti roda dan meja.

“Yang menempati booth Foodpad sekarang adalah mereka yang memenuhi kriteria dan sudah berjualan di titik-titik tersebut sebelumnya,” lanjut Asep.

UMKM Dapat Tempat, Tapi Regulasi Masih Menggantung

Selain booth untuk PKL, tersedia tiga booth khusus untuk UMKM unggulan Kabupaten Ciamis. Produk yang ditampilkan telah dikategorikan, yaitu makanan kering, makanan basah, dan kopi khas Ciamis. Pemerintah berharap langkah ini bisa menjadi sarana promosi bagi pelaku usaha lokal.

Namun di balik gemerlap peresmian, ada pekerjaan rumah yang belum tuntas. Hingga saat ini, skema tarif sewa dan regulasi retribusi masih dalam tahap penyusunan. Pemerintah berjanji skema tersebut tidak akan memberatkan pedagang, namun belum ada kejelasan kapan kebijakan ini rampung.

“Kami ingin semuanya sesuai aturan, tapi juga mempertimbangkan kemampuan para pedagang,” ujar Asep.

Antara Harapan Pedagang dan Tuntutan Konsistensi

Sejumlah pedagang menyambut positif relokasi ini, tetapi juga menyuarakan harapan agar perubahan ini tidak sekadar bersifat kosmetik. Mereka menginginkan adanya dampak nyata, baik dari sisi kenyamanan pengunjung maupun peningkatan pendapatan.

BACA JUGA: Laga Sengit Buka Turnamen Netika Cup

“Harapan kami, alun-alun lebih tertata, pengunjung lebih nyaman, dan tentunya omzet meningkat,” ucap seorang pedagang yang ikut direlokasi.

Kini, sorotan publik tertuju pada konsistensi pemerintah. Apakah Foodpad akan menjadi ikon baru Ciamis yang memberi manfaat jangka panjang, atau justru berubah menjadi etalase sementara tanpa dampak berarti? Jawabannya akan bergantung pada komitmen pengelolaan dan keberpihakan kebijakan yang akan diuji seiring waktu. (Eddy/ungkapsebab.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *