Dunia Pendidikan Kehilangan Sosok Pejuang Guru
ungkapsebab.com, BERITA GARUT. Dunia pendidikan Indonesia kehilangan salah satu tokoh terbaiknya. Ketua Serikat Guru Indonesia (SEGI), Apar Rustam Ependi, menghembuskan nafas terakhir di Garut, setelah lama berjuang melawan penyakit kanker usus pada Kamis, (20/03/2025).
Kabar ini mengejutkan banyak kalangan, terutama para guru dan aktivis pendidikan yang selama ini mengenal sosok Apar sebagai pemimpin yang tidak hanya berani bersuara, tetapi juga aktif memperjuangkan hak-hak pendidik.
Apar meninggalkan warisan yang tak ternilai bagi dunia pendidikan. Meski dalam kondisi sakit, ia tetap berkomitmen mengabdikan diri untuk memperjuangkan hak-hak guru dan memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia.
Salah seorang rekannya menyatakan bahwa meski tubuhnya semakin lemah karena penyakit, Apar tetap aktif terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi dan tak pernah berhenti berjuang untuk kepentingan guru.
Peran Apar dalam Dunia Pendidikan
Apar bukan hanya dikenal sebagai Ketua SEGI, tetapi juga sebagai tokoh yang berani mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah terkait pendidikan. Ia menganggap bahwa banyak kebijakan yang tidak berpihak pada kesejahteraan guru dan kualitas pendidikan yang adil di seluruh Indonesia.
Seorang anggota SEGI yang sudah lama mengenal Apar, mengatakan bahwa sosok Apar dikenal tegas, berani, dan selalu menyuarakan kepentingan guru, tanpa takut pada tekanan atau ancaman apapun. Lebih dari itu, Apar juga dikenal memiliki pemikiran yang tajam dan solusi konkret atas setiap masalah yang dihadapi oleh guru.
Seorang kolega di Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengungkapkan bahwa Apar tidak hanya mengkritik, tetapi juga memberi solusi yang dapat diimplementasikan oleh para pengambil kebijakan.
“Pak Apar selalu datang dengan ide-ide yang praktis, tidak hanya berdebat tanpa arah,” ujarnya. Apar juga aktif dalam organisasi lain di luar SEGI, seperti Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G). Di sana, ia menjabat sebagai Dewan Pakar dan berperan dalam merumuskan solusi atas masalah-masalah pendidikan di Indonesia.
Melalui berbagai platform ini, Apar berhasil memperjuangkan kebijakan-kebijakan yang lebih berpihak pada guru dan pendidikan di daerah.
Penghormatan Terakhir dan Warisan Perjuangan
Kepergian Apar meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya, rekan-rekannya, dan semua orang yang pernah bekerja bersama atau mengenalnya. Seorang kerabatnya menyampaikan bahwa sebelum wafat, Apar masih sempat berdiskusi tentang keadaan pendidikan Indonesia.
“Meskipun kesehatannya menurun, pikirannya selalu tertuju pada masa depan pendidikan kita,” ujarnya.
Jenazah Apar dimakamkan di kompleks SMK Al-Falah, Kampung Biru, Kabupaten Garut, tempat di mana ia mengabdi sebagai guru dan memulai kariernya di dunia pendidikan. Banyak guru, kolega, dan aktivis pendidikan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang telah memberikan banyak inspirasi dalam perjuangan untuk pendidikan yang lebih baik.
Seorang rekan di SEGI menyampaikan perasaan kehilangan yang mendalam. “Kami kehilangan seorang pejuang pendidikan yang tidak pernah lelah memperjuangkan hak-hak guru. Semoga semangat perjuangannya tetap hidup dan diteruskan oleh generasi penerus,” ujarnya dengan penuh haru.
Pesan yang Tertinggal
Kepergian Apar Rustam Ependi memang meninggalkan kekosongan, namun semangat dan perjuangannya untuk pendidikan yang lebih baik tetap menjadi warisan yang akan terus menginspirasi banyak orang. Dalam setiap langkahnya, Apar selalu menekankan pentingnya kesejahteraan guru, kualitas pendidikan yang merata, dan kebijakan pendidikan yang berpihak pada rakyat, bukan hanya pada segelintir pihak.
BACA JUGA: Ciamis Gelar Bazar Ramadan, Menekan Harga Pokok
Perjuangan Apar membuktikan bahwa pendidikan bukan sekadar tugas mengajar, tetapi juga tentang bagaimana memperjuangkan hak-hak setiap individu yang terlibat dalam proses tersebut. Sebagai seorang pemimpin, ia menunjukkan bahwa pendidikan yang berkualitas hanya bisa tercipta jika guru-guru yang berdedikasi diberi ruang untuk berkembang dan mendapatkan perhatian yang pantas.
Warisan yang ditinggalkan Apar akan terus mengalir dalam bentuk ide, pemikiran, dan perjuangan bagi mereka yang ingin melihat dunia pendidikan Indonesia lebih maju. Semangatnya harus tetap hidup, mengingat bahwa perjuangan untuk pendidikan yang lebih baik tidak pernah berhenti, bahkan setelah seseorang pergi. (Liklik/ungkapsebab.com)
