April 24, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Hari Bakti Rimbawan: Sinergi Jaga Kelestarian Hutan

ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS.  Peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-42 yang digelar di Ciamis pada Senin, (17/03/2025), menjadi momen penting dalam rangka memperkuat komitmen bersama untuk jaga kelestarian hutan. Upacara yang digelar oleh Perhutani Ciamis bersama berbagai instansi di bawah Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup ini tidak hanya seremonial, tetapi juga mengingatkan kita akan tantangan besar dalam pengelolaan sumber daya alam, khususnya hutan.

Administratur/KKPH Ciamis, yang bertindak sebagai pembina upacara, membacakan sambutan Menteri Kehutanan dengan tegas. Dalam sambutannya, Menteri Kehutanan mengungkapkan bahwa menjaga kelestarian hutan bukanlah tugas pemerintah semata, melainkan tanggung jawab semua pihak, termasuk masyarakat.

“Hutan adalah warisan yang harus kita jaga. Keberlanjutannya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat luas,” ujar Menteri Kehutanan ketika upacara.

Sambutan ini mencerminkan bahwa peringatan Hari Bakti Rimbawan memiliki makna yang lebih dalam. Ini bukan sekadar upacara untuk mengenang jasa-jasa para rimbawan, tetapi juga sebagai ajakan untuk melakukan aksi nyata dalam menjaga kelestarian hutan.

Keberlanjutan ekosistem hutan di Indonesia saat ini menghadapi berbagai ancaman, seperti perambahan hutan, perubahan iklim, alih fungsi lahan, hingga eksploitasi ilegal. Pemerintah, lembaga kehutanan, dan masyarakat harus bersinergi untuk menghadapinya.

Salah satu aksi nyata dalam peringatan ini adalah menanam pohon di kawasan konservasi Panjalu, yang telah dimulai sejak awal Maret 2025. Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol peringatan, tetapi juga bagian dari upaya berkelanjutan untuk merestorasi ekosistem hutan di Ciamis.

Seorang peserta dari CCDK Wilayah VII menyatakan bahwa penanaman pohon ini merupakan bukti konkret bahwa pemerintah serius dalam menjaga kelestarian hutan.

“Kami harap kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan saat peringatan Hari Bakti Rimbawan, tetapi menjadi program berkelanjutan yang melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Namun, tantangan dalam pengelolaan hutan di Indonesia tidak akan selesai hanya dengan program penanaman pohon. Menurut seorang pejabat dari BKSDA Ciamis bahwa penegakan hukum terhadap perusakan hutan harus lebih tegas dan tidak boleh ada toleransi.

“Jika tidak ada tindakan tegas, maka peringatan seperti ini hanya akan menjadi seremonial tanpa dampak nyata,” katanya dengan penuh keprihatinan.

Akan tetapi, penegakan hukum bukan satu-satunya solusi. Pemberdayaan masyarakat sekitar hutan dan program edukasi yang mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan harus menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, mereka dapat diberdayakan untuk memiliki alternatif ekonomi yang berkelanjutan, tanpa harus merusak alam.

BACA JUGA: Pelayanan Bulan Ramadan Disdukcapil Ciamis

Peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-42 mengingatkan kita bahwa pelestarian hutan bukan hanya sekadar tugas pemerintah atau lembaga kehutanan. Ini adalah tanggung jawab bersama yang melibatkan masyarakat, sektor swasta, dan seluruh pemangku kepentingan. Jika semua pihak bersinergi dan memiliki kesadaran yang sama, maka kelestarian hutan di Indonesia dapat terjaga.

Sebagai warisan yang tak ternilai, hutan harus dijaga demi kesejahteraan generasi mendatang. Hutan bukan hanya sumber daya alam, tetapi juga kehidupan. Tanpa hutan yang sehat, kehidupan manusia dan keberlanjutan bumi ini terancam. (Gany/ungkapsebab.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *